Opini
Trump Buntu, Gedung Putih Terjerat Kekacauan Politik

Ahlulbait Indonesia, 7 Agustus 2026 – Berlanjutnya konfrontasi militer antara Amerika Serikat dan Iran dinilai telah menyeret Washington ke dalam situasi politik yang semakin tidak menentu. Penilaian tersebut disampaikan harian berbahasa Inggris Dawn, surat kabar tertua dan terbesar di Pakistan, dalam editorial berjudul “State of Confusion” yang terbit pada 5 Agustus 2026. Menurut editorial itu, Presiden Donald Trump tidak memiliki strategi keluar yang jelas dari konflik dan terus mengubah narasi mengenai perang.
Dawn menilai arah kebijakan Gedung Putih semakin sulit dipahami karena Trump silih berganti menyampaikan ancaman terhadap Iran, lalu berbicara mengenai peluang perdamaian. Pergeseran sikap yang terjadi bahkan dalam hitungan jam dipandang mencerminkan tidak adanya garis kebijakan yang konsisten.
Baca juga: CENTCOM Buntu di Iran Selatan, Desak Operasi Dihentikan
“Amerika Serikat tampaknya tidak memiliki strategi keluar dari perang yang membawa bencana dengan Iran. Donald Trump terus berayun antara ancaman besar terhadap Iran dan klaim bahwa perdamaian sudah dekat, bahkan terkadang mengubah posisinya hanya dalam hitungan jam. Cara seperti ini bukanlah bentuk pemerintahan yang bertanggung jawab,” tulis Dawn.
Editorial tersebut juga menilai tekanan dan ancaman yang dilontarkan Washington tidak menghasilkan dampak yang diharapkan. Setelah lima bulan konflik berlangsung, menurut Dawn, masyarakat Iran pada umumnya tetap tidak bergeming menghadapi berbagai ultimatum yang disampaikan pemerintah Amerika Serikat.
Atas dasar itu, Dawn mengkritik keputusan Trump yang dinilai memasuki perang tanpa memperhitungkan pengalaman pahit Amerika Serikat di Afghanistan, Irak, dan Libya. Menurut surat kabar tersebut, pelajaran dari konflik-konflik terdahulu semestinya menjadi pertimbangan sebelum membuka front perang baru.
Di sisi lain, Dawn menyoroti meningkatnya kegelisahan di lingkungan militer Amerika. Editorial itu menyebut para jenderal senior telah memperingatkan Gedung Putih mengenai semakin terbatasnya pilihan militer yang tersedia. Dawn juga mengutip laporan yang menyebut Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) meminta para pakar pertahanan mengajukan “cara-cara baru yang kreatif dan tidak konvensional” untuk menghukum Iran.
Bagi Dawn, perkembangan tersebut menjadi gambaran nyata mengenai kekacauan dalam proses pengambilan keputusan di Washington. Surat kabar itu turut menyinggung laporan yang menyebut Arab Saudi telah mendorong Amerika Serikat kembali menempuh jalur diplomasi karena khawatir eskalasi baru hanya akan membawa kehancuran yang lebih luas bagi kawasan.
Baca juga: The Atlantic: Trump Kehabisan Waktu Membuka Selat Hormuz
Editorial itu selanjutnya menyimpulkan bahwa operasi militer Amerika Serikat belum mencapai sasaran yang diharapkan. Dawn menilai Iran tetap mempertahankan kapabilitas nuklirnya, melanjutkan dukungan terhadap para sekutunya di kawasan, serta memperkuat posisinya di Selat Hormuz sejak konflik dimulai.
Menurut Dawn, tujuan untuk menggoyahkan pemerintahan Iran juga tidak membuahkan hasil. Sebaliknya, kepemimpinan lama yang dinilai lebih pragmatis telah digantikan oleh generasi pemimpin baru yang disebut memiliki orientasi ideologis lebih kuat dan sikap yang lebih tegas.
Menutup editorialnya, Dawn menyerukan perubahan pendekatan dari Washington. Surat kabar tersebut menilai retorika ancaman sebaiknya dihentikan dan digantikan dengan upaya membangun hubungan yang lebih menghormati Iran. Dawn juga memandang Pakistan masih memiliki peluang memainkan peran sebagai mediator untuk menghidupkan kembali Nota Kesepahaman Islamabad sebagai landasan penyelesaian diplomatik.
Baca juga: Dari Las Vegas ke Jakarta, Politik yang Hidup dari Emosi Rakyat
Sementara itu, IRNA melaporkan bahwa nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat yang sebelumnya dicapai di Islamabad tidak pernah memasuki tahap pelaksanaan. Menurut kantor berita Iran tersebut, kegagalan itu dipicu oleh tidak dijalankannya komitmen Amerika Serikat serta berlanjutnya kebijakan tekanan, sanksi, dan ancaman terhadap Iran. []
Baca juga: Invasi Darat ke Iran Akan Menenggelamkan AS dalam Rawa Perang







