Internasional
Perang Iran Makin Tak Populer di AS, 60 Persen Sebut Keputusan Trump Salah

Media ABI, 19 September 2026 – Sebanyak 60 persen warga Amerika Serikat menilai keputusan pemerintah melakukan aksi militer terhadap Iran sebagai keputusan yang salah. Hanya 37 persen yang menganggapnya tepat. Selisih 23 poin persentase antara kedua pandangan tersebut menjadi yang terbesar dalam jajak pendapat Fox News mengenai isu ini, demikian dilaporkan Fars News Agency pada Sabtu (19/9/2026).
Survei yang dirilis Fox News pada Jumat menunjukkan 70 persen warga AS juga menilai pemerintahan Presiden Donald Trump tidak memiliki strategi yang jelas untuk mengakhiri konflik dengan Iran. Pandangan tersebut mencakup 95 persen pemilih Demokrat, 83 persen independen dan 43 persen Republik.
Baca juga: Pencabutan Blokade Syarat Gencatan Senjata Ansarullah dengan Saudi
Kekhawatiran terhadap dampak perang bagi keamanan AS juga meningkat. Sebanyak 47 persen responden memperkirakan konflik tersebut dalam jangka panjang justru akan membuat Amerika Serikat kurang aman. Angka itu naik dari 39 persen pada April.
Kenaikan paling terlihat di kalangan pemilih kulit putih, warga berusia di bawah 45 tahun dan pemilih independen. Penolakan terhadap aksi militer juga meningkat di sejumlah kelompok lain, terutama pemilih Hispanik, warga berusia di bawah 30 tahun, kelompok moderat serta pemilih berusia 65 tahun ke atas.
Pada Juni, 58 persen responden menilai keputusan melakukan aksi militer terhadap Iran sebagai keputusan yang salah, sedangkan 41 persen menganggapnya tepat. Selisih keduanya saat itu mencapai 17 poin persentase.
Daron Shaw, pollster dari Partai Republik yang melakukan survei tersebut bersama Chris Anderson dari Partai Demokrat, mengatakan opini publik biasanya cenderung berkumpul di belakang presiden ketika terjadi krisis kebijakan luar negeri. Namun, menurut Shaw, situasi kali ini berbeda karena Trump tidak secara konsisten dan tegas membela perang tersebut, sementara pasukan darat Amerika Serikat tidak berada di medan perang.
Survei yang sama mencatat tingkat kepuasan terhadap kinerja Trump secara keseluruhan sebesar 39 persen, sedangkan 61 persen menyatakan tidak puas. Dalam kebijakan luar negeri, tingkat kepuasannya berada di angka 37 persen, dengan selisih penilaian positif dan negatif mencapai 24 poin persentase. Angka tersebut menjadi yang terendah selama masa jabatan keduanya.
Baca juga: Korea Selatan Tegaskan Tak Akan Berperang Melawan Iran
Ketika diminta menyebut persoalan paling penting yang dihadapi Amerika Serikat, hanya 4 persen responden yang menyebut Iran dan 1 persen menyebut kebijakan luar negeri secara umum. Biaya hidup menjadi persoalan yang paling banyak disebut, yakni 34 persen.
Pandangan mengenai konflik Gaza juga berubah. Sebanyak 48 persen responden mengatakan lebih berpihak kepada Israel, sementara 38 persen berpihak kepada Palestina. Dukungan kepada Israel turun dari 54 persen pada Juni dan 68 persen pada Oktober 2023, ketika konflik tersebut baru dimulai. Fox News mencatat hasil ini berbeda dengan sejumlah survei lain yang menunjukkan tingkat dukungan berbeda terhadap Israel dan Palestina.
Jajak pendapat Fox News dilakukan pada 11 hingga 14 September 2026 terhadap 1.211 pemilih yang dipilih secara acak dari basis data pemilih nasional. Survei tersebut diawasi Beacon Research dan Shaw & Company Research, masing-masing mewakili Partai Demokrat dan Partai Republik. Margin of error untuk keseluruhan sampel sebesar ±3 poin persentase. []
Baca juga: Kehilangan Payung AS, Negara-Negara Teluk Cari Perlindungan Baru
Views: 0







