Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Rezaei: AS Lebih Diuntungkan Jika Menerima Syarat Iran

Published

on

Mohsen Rezaei, Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, mengatakan Tehran menunggu respons Washington terhadap syarat yang diajukan untuk mengakhiri perang.
Mohsen Rezaei, Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, mengatakan Tehran menunggu respons Washington terhadap syarat yang diajukan untuk mengakhiri perang.

Media ABI, 20 September 2026 – Amerika Serikat akan lebih diuntungkan jika menerima syarat Iran untuk mengakhiri perang, kata Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran Mohsen Rezaei. Tehran, menurutnya, telah menyampaikan sejumlah tuntutan melalui mediator dan kini menunggu jawaban Washington.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera pada Sabtu malam (19/9/2026), Rezaei mengatakan perhitungan Presiden AS Donald Trump mengenai Iran telah keliru. Dia juga menilai ancaman yang disampaikan Washington tidak akan menghasilkan perubahan dalam posisi Tehran.

Baca juga: Media Ibrani: Bahkan Yahudi Amerika Ingin Bantuan untuk Israel Dihentikan

“Adalah kepentingan Washington untuk menerima syarat kami guna mengakhiri perang,” kata Rezaei.

Dia mengatakan Iran telah mempersiapkan diri menghadapi perang yang menentukan dan mengetahui titik-titik kelemahan militer Amerika Serikat. Menurut Rezaei, Tehran juga kini lebih siap menghadapi serangan udara AS.

Rezaei mengatakan strategi Iran terhadap Amerika Serikat berubah setelah Washington keluar dari nota kesepahaman. Jika serangan kembali dilancarkan terhadap Iran, katanya, pangkalan dan kepentingan Amerika Serikat di kawasan akan menjadi sasaran.

Jalur diplomasi, menurut Rezaei, masih berlangsung melalui mediator Qatar dan Pakistan. Tehran telah menyampaikan syaratnya kepada kedua negara tersebut untuk diteruskan kepada Washington. Dia menyebut Qatar telah membawa tuntutan itu kepada pihak Amerika dan Iran kini menunggu respons Trump.

Ada tiga tuntutan yang disebut Rezaei sebagai syarat untuk mengakhiri perang, yaitu penghentian pertempuran di seluruh front, pembebasan aset Iran yang dibekukan dan penghentian blokade laut.

Baca juga: Perang Iran Telan US$43,6 Miliar, Kerusakan Pangkalan Belum Terhitung

NPT Bergantung pada Sikap Washington

Rezaei juga menyinggung kemungkinan perubahan sikap Iran terhadap Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT). Menurutnya, tindakan Amerika Serikat dan Israel dapat membuka jalan bagi Tehran untuk mempertimbangkan keluar dari perjanjian tersebut.

“Kami belum mengambil keputusan dalam hal ini, tetapi persoalan tersebut bergantung pada perilaku Amerika Serikat,” ujarnya.

Meski demikian, Rezaei menegaskan bahwa Iran belum mengubah doktrin nuklirnya dan masih berpegang pada fatwa Pemimpin Iran yang telah gugur mengenai larangan senjata nuklir. Dia mengatakan belum dapat memastikan bagaimana perkembangan situasi ke depan.

Pernyataan tersebut menempatkan isu NPT sebagai bagian dari tekanan diplomatik Tehran terhadap Washington, sementara jalur perundingan masih berjalan melalui mediator yang disebut Iran. []

Baca juga: Perang Iran Makin Tak Populer di AS, 60 Persen Sebut Keputusan Trump Salah