Ikuti Kami Di Medsos

Opini

11 Tahun Saudi dan UEA Bangun Kekuatan di Pesisir Yaman, Kini Runtuh

Published

on

Pasukan Yaman menguasai enam distrik seluas 5.400 kilometer persegi dalam operasi selama sepekan di pesisir barat.
Pasukan Yaman menguasai enam distrik seluas 5.400 kilometer persegi dalam operasi selama sepekan di pesisir barat.

Media ABI, 12 September 2026 – Sebelas tahun investasi Arab Saudi dan Uni Emirat Arab di pesisir barat Yaman runtuh setelah pasukan Yaman merebut sejumlah pangkalan, lapangan udara dan pusat logistik yang selama ini digunakan kelompok-kelompok bersenjata yang didukung kedua negara tersebut.

Fars News Agency pada Sabtu (12/9/26) melaporkan bahwa Ansarullah pada Jumat mengungkap rincian operasi militer di pesisir barat yang berlangsung selama sepekan. Operasi itu berakhir dengan penguasaan Al-Mokha, kota pesisir yang berjarak sekitar 40 kilometer dari Bab al-Mandab, serta sejumlah pulau Yaman di Laut Merah dan kawasan selat tersebut.

Baca juga: AS Seret China dalam Konflik dengan Iran

Surat kabar Al-Akhbar, mengutip sumber militer, melaporkan pasukan Yaman menguasai sejumlah barak, lapangan udara militer dan pusat dukungan logistik serta militer. Persenjataan yang sebelumnya dipasok Saudi dan UEA kepada kelompok-kelompok yang mereka dukung juga ditinggalkan dan kemudian dikuasai pasukan Yaman.

Menurut sumber tersebut, perlengkapan militer dari 30 brigade jatuh ke tangan pasukan Yaman. Sebanyak 13 brigade di antaranya berada di bawah kelompok yang dipimpin Tariq Saleh, tokoh kelompok yang didukung UEA di pesisir barat Yaman.

Sejumlah laporan juga menyebut Tariq Saleh telah melarikan diri ke Abu Dhabi. Dua hari sebelumnya, dia bersama sejumlah anak buahnya disebut meninggalkan Al-Mokha dengan beberapa kapal menuju Djibouti.

Sumber militer Yaman menyebut jumlah perlengkapan yang dikuasai dalam operasi ini merupakan yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Ratusan kendaraan bersenjata, tank, rudal antiranjau Kornet dan TOW serta kendaraan lapis baja buatan Amerika termasuk di antara peralatan yang ditinggalkan kelompok yang didukung Saudi.

Enam distrik dan 5.400 kilometer persegi

Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigadir Jenderal Yahya Saree mengatakan operasi tersebut berlangsung selama satu pekan sebagai respons terhadap serangan Saudi dan untuk mendukung penduduk pesisir barat.

Operasi dilakukan melalui beberapa jalur dengan melibatkan penduduk setempat. Menurut Saree, pasukan Yaman berhasil membersihkan wilayah selatan Taiz dari kelompok yang didukung Saudi sekaligus mengamankan kawasan luas di pesisir barat.

Saree menyebut enam distrik di Provinsi Taiz dan Al-Hudaydah berhasil direbut dengan luas keseluruhan sekitar 5.400 kilometer persegi.

Baca juga: Penangkapan Kapal Selam Nirawak di Hormuz, Pesan Penting Buat Amerika

Dia juga mengatakan tujuh divisi militer yang terdiri dari 38 brigade menjadi sasaran operasi. Ratusan anggota pasukan lawan disebut tewas, terluka atau ditangkap.

Mengenai Laut Merah, Saree mengatakan pelayaran tetap aman bagi seluruh perusahaan, kecuali kapal-kapal Saudi yang masuk dalam daftar sanksi Yaman. Menurut dia, kebijakan “blokade dibalas dengan blokade dan eskalasi dibalas dengan eskalasi” akan terus diberlakukan sampai serangan dihentikan dan blokade terhadap Yaman dicabut.

Jejak kekuatan Saudi dan UEA

Al-Akhbar, mengutip sumber-sumber Yaman, menyebut besarnya persenjataan yang tertinggal memperlihatkan skala kekuatan yang dibangun Saudi dan UEA selama bertahun-tahun untuk mempertahankan pengaruh mereka di pesisir barat Yaman.

Sebagian persenjataan tersebut sebelumnya menjadi sasaran serangan rudal dalam beberapa pekan terakhir, sementara sisanya dikuasai dalam operasi darat terbaru.

Aktivis media sosial juga menyebarkan gambar yang disebut memperlihatkan ratusan orang ditangkap di Al-Mokha. Mereka menyebut kemungkinan adanya keputusan amnesti bagi sekitar 3.500 tahanan baru, meski informasi tersebut belum mendapat konfirmasi resmi.

Al-Akhbar menggambarkan operasi tersebut sebagai salah satu operasi terbesar Ansarullah dalam lima tahun terakhir. Menurut laporan itu, pasukan Yaman berhasil merebut jaringan militer yang dibangun koalisi Saudi dan UEA selama 11 tahun di pesisir barat, termasuk sekitar 20 brigade di bawah Tariq Saleh serta sejumlah brigade lain yang mendapat dukungan Qatar, Turki dan Saudi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Al-Akhbar dari sumber militer dan lokal, pasukan Ansarullah menguasai sejumlah pusat komando dan kendali di pesisir barat, termasuk markas komando umum, pusat operasi gabungan dan markas komando Saudi di Al-Mokha.

Baca juga: Iran Sulap Perang AS-Israel Jadi Laboratorium Teknologi Militer

Beberapa fasilitas penerbangan juga dilaporkan jatuh ke tangan pasukan Yaman. Di antaranya satu bandara sipil modern, dua lapangan udara militer dan sejumlah landasan yang dibangun UEA untuk kebutuhan pesawat militer di pesisir barat.

Pulau Mayyun di Bab al-Mandab juga masuk dalam wilayah yang dikuasai.

Di Al-Mokha, sumber Yaman mengatakan pasukan Ansarullah mengambil alih pangkalan angkatan laut, markas komando penjaga pantai, pangkalan dan Kamp Yikhtel, dermaga Al-Khokha serta Kamp Zaqr yang digunakan untuk pelatihan dan persenjataan pasukan penjaga pantai.

Pasukan Yaman juga dilaporkan menguasai pusat operasi militer penjaga pantai yang berada di bawah Tariq Saleh dan mendapat dukungan Inggris.

Di sebelah timur Hays, Kamp Al-Mahjar yang digunakan sebagai pusat komando lapangan dan dukungan artileri untuk front Hays juga dilaporkan telah direbut.

Sementara di Dhu Bab, kawasan tempat Bab al-Mandab berada, pasukan Yaman menguasai Kamp Al-Omari. Kamp tersebut disebut sebagai pusat komando utama untuk pengamanan Bab al-Mandab.

Dalam beberapa hari terakhir, pasukan Ansarullah juga disebut mengambil alih Kamp Al-Ruwais dan Al-Shuqayra. Kedua lokasi itu sebelumnya digunakan sebagai pusat komando operasi di kawasan tersebut sekaligus sebagai penghubung antara pesisir barat dan Lahij.

Dari Al-Mokha hingga Dhu Bab dan Mayyun, sejumlah fasilitas yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari jaringan militer kelompok yang didukung Saudi dan UEA kini dilaporkan berada di tangan pasukan Yaman. Pergeseran itu berlangsung di kawasan yang langsung menghadap salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia, Bab al-Mandab. []

Baca juga: Yaman Serang Fasilitas Aramco dan Pangkalan Udara di Arab Saudi