Opini
Inggris Terlibat Kejahatan Perang AS terhadap Iran, Kata Aktivis

Media ABI, 19 September 2026 – Aktivis antiperang di Inggris menyoroti penggunaan Pangkalan Udara Fairford di Gloucestershire oleh Amerika Serikat untuk menjalankan operasi militer terhadap Iran. Mereka menilai penggunaan pangkalan tersebut membuat Inggris turut terlibat dalam operasi militer Washington. Fars News Agency melaporkan hal itu pada Sabtu (19/9/2026).
Aksi protes digelar di depan Pangkalan Udara Fairford selama berlangsungnya perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Ratusan aktivis dari sejumlah kelompok, termasuk Kampanye Perlucutan Senjata Nuklir, koalisi Stop the War dan Action Fairford, turut ambil bagian.
Baca juga: Data Korban Perang Iran di Militer AS Berbeda dengan Pentagon
Para demonstran mengatakan pesawat pengebom Amerika Serikat menggunakan Fairford untuk menjalankan misi terhadap Iran. Karena itu, menurut mereka, keterlibatan Inggris tidak berhenti pada dukungan politik, tetapi juga mencakup penyediaan infrastruktur militer yang digunakan dalam operasi tersebut.
Pandangan serupa disampaikan dalam sebuah dokumenter yang dipublikasikan laman Stop Iran. Dokumenter itu menyoroti pernyataan seorang pejabat senior Amnesty International mengenai dampak serangan terhadap infrastruktur penting. Pembangkit listrik, misalnya, disebut memiliki peran langsung dalam memenuhi kebutuhan dasar dan menopang kehidupan puluhan juta warga sipil. Serangan terhadap fasilitas semacam itu, apabila tidak memenuhi prinsip proporsionalitas, dapat melanggar hukum humaniter internasional dan berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Perdebatan itu semakin mengemuka setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump berulang kali mengancam akan menyerang infrastruktur Iran. Selama perang berlangsung, sejumlah pembangkit listrik, jembatan dan fasilitas desalinasi juga dilaporkan menjadi sasaran serangan.
Sorotan dari Fairford
Chris Nineham dari koalisi Stop the War menyebut Fairford sebagai “landasan kematian dan kehancuran”. Menurut dia, ketika pesawat militer berangkat dari wilayah Inggris untuk menyerang Iran, London pada praktiknya ikut terlibat dalam perang tersebut.
Aktivis antiperang lainnya, Lawrence Simmons, menolak alasan pemerintah Inggris bahwa aktivitas di pangkalan tersebut bersifat defensif. Menurut dia, penggunaan pesawat dan pangkalan untuk menjalankan serangan terhadap Iran menunjukkan bahwa persoalannya tidak dapat dilihat hanya sebagai kegiatan pertahanan.
Maryam Eslamdoost, sekretaris jenderal serikat pekerja transportasi Inggris, juga mempertanyakan alasan London mengenai pembelaan terhadap sekutu. Dia mengatakan serangan Amerika Serikat berlangsung ketika perundingan masih berjalan dan Iran bukan pihak yang memulai perang.
Serangan yang Disoroti
Para demonstran kemudian menunjuk sejumlah serangan terhadap infrastruktur dan kawasan sipil Iran sebagai bagian dari argumen mereka mengenai keterlibatan Inggris.
Salah satu kasus yang disoroti dalam dokumenter tersebut adalah serangan terhadap Sekolah Shajareh Tayyebeh di Minab pada hari pertama perang. Sebanyak 168 orang, termasuk 120 anak-anak, dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.
Baca juga: AS Tempatkan Senjata di Orbit, Bersiap Hadapi Perang Dekat Bulan
Dokumenter itu menyebut misi pencari fakta Perserikatan Bangsa-Bangsa menemukan alasan yang masuk akal untuk menyimpulkan bahwa Amerika Serikat bertanggung jawab atas serangan tersebut. Serangan terhadap sekolah dan Stadion Lamerd juga disebut dalam dokumenter sebagai kejahatan perang.
Kawasan permukiman, jembatan dan fasilitas desalinasi turut menjadi perhatian. Para aktivis menilai serangan terhadap fasilitas yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat dapat menimbulkan dampak luas bagi warga sipil.
Jembatan B1 di dekat Teheran juga disebut dalam dokumenter. Infrastruktur tersebut telah dibangun selama 11 tahun dan disebut baru akan diresmikan ketika terkena serangan rudal.
Kasus lain yang dibahas adalah serangan di Pulau Qeshm. Dokumenter tersebut, dengan merujuk pada penelitian visual independen yang dikutip di dalamnya, menyebut sebuah bom berpemandu Mark 84 menghantam sebuah rumah. Seorang pengemudi taksi, istrinya dan anak mereka yang berusia dua tahun dilaporkan tewas.
Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM tetap menyatakan bahwa pasukan Amerika Serikat tidak menargetkan warga sipil.
Dokumenter tersebut juga mengaitkan serangan itu dengan kemampuan pesawat pengebom B-1B yang ditempatkan di Fairford untuk membawa munisi jenis tersebut, serta catatan penerbangan operasional pesawat pada periode yang sama. Keterkaitan itu kemudian digunakan untuk mempertanyakan sejauh mana infrastruktur militer Inggris berperan dalam operasi Amerika Serikat terhadap Iran.
Persoalan Hukum
Dari sisi hukum, dokumenter tersebut membahas kemungkinan pemeriksaan terhadap negara yang menyediakan pangkalan, infrastruktur atau dukungan bagi operasi militer apabila kejahatan perang oleh pasukan Amerika Serikat dapat dibuktikan.
Baca juga: IRGC Hancurkan Drone MQ-9 AS ke-52
Para aktivis yang mengikuti aksi menilai pemerintah Inggris tidak dapat menghindari konsekuensi dari operasi tersebut hanya dengan menyebut aktivitas di Fairford sebagai tindakan defensif. Menurut mereka, pesawat yang berangkat dari pangkalan itu digunakan untuk menjalankan misi perang di Iran.
Pandangan tersebut menjadi dasar tuntutan agar London tidak menempatkan diri hanya sebagai pihak yang memberikan dukungan pertahanan. Mereka berpendapat penggunaan infrastruktur Inggris untuk operasi militer Amerika Serikat membuat peran London perlu dilihat dalam keseluruhan rangkaian operasi tersebut.
Kekhawatiran di Inggris
Para demonstran juga menyoroti konsekuensi keamanan bagi Inggris. Dokumenter itu menyebut bahwa Iran memandang pangkalan seperti Fairford sebagai sasaran yang berkaitan dengan operasi Amerika Serikat karena fasilitas tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan militer Washington.
Aktivis memperingatkan bahwa penggunaan pangkalan Inggris secara berkelanjutan dapat memperluas dampak perang hingga ke wilayah Inggris sendiri.
Persoalan itu juga dirasakan masyarakat di sekitar Fairford. Warga mengeluhkan suara pesawat pengebom yang berulang, polusi dan dampak lain dari aktivitas pangkalan. Seorang anggota dewan lokal mengatakan penerbangan pesawat setiap hari untuk menjalankan misi perang membuat perang terasa menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.
Tuntutan Para Demonstran
Para demonstran meminta Amerika Serikat meninggalkan pangkalan militernya di Inggris dan menghentikan penerbangan pesawat pengebom dari wilayah negara tersebut.
Mereka juga menyerukan pengalihan sumber daya yang dialokasikan untuk sektor militer ke layanan kesehatan, pendidikan dan pelayanan publik.
Tuntutan utama mereka adalah agar pemerintah Inggris menghentikan penggunaan pangkalan di wilayahnya untuk operasi Amerika Serikat terhadap Iran. Menurut para demonstran, keberlanjutan kerja sama tersebut dapat membawa konsekuensi hukum bagi London apabila serangan Amerika Serikat kemudian terbukti melanggar hukum, termasuk kemungkinan tuduhan mengenai keterlibatan atau bantuan dalam kejahatan perang. []
Baca juga: Hadapi Pertahanan Udara Yaman, Saudi Gunakan Rudal Balistik
Views: 13







