Internasional
Perang Iran Kuras Rudal AS, Pengiriman ke Sekutu Molor Lima Tahun

Media ABI, 19 September 2026 – Amerika Serikat memperingatkan sejumlah sekutunya bahwa pengiriman rudal pencegat dan persenjataan penting lainnya dapat tertunda hingga lima tahun. Bloomberg melaporkan, Washington kini memprioritaskan pengisian kembali persediaan rudalnya yang terkuras selama perang dengan Iran.
IRNA pada Sabtu (19/9/2026) mengutip laporan Bloomberg yang menyebut sejumlah negara Eropa telah bersiap menghadapi penundaan pengiriman rudal pencegat pertahanan udara. Militer AS disebut telah menggunakan sebagian besar persediaan rudalnya selama perang tersebut.
Baca juga: Pencabutan Blokade Syarat Gencatan Senjata Ansarullah dengan Saudi
Jerman sebelumnya meminta Washington mempercepat pengiriman rudal jelajah jarak jauh Tomahawk dan peluncur berbasis darat Typhon. Namun, menipisnya persediaan kedua sistem senjata tersebut membuat Raytheon, produsennya, diperkirakan tidak dapat menyelesaikan pesanan dalam lima tahun ke depan.
Sejumlah negara Eropa Timur yang bergantung pada sistem persenjataan AS juga disebut mulai mengalami keterlambatan pengiriman sejak perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari.
Dalam kondisi tersebut, Departemen Perang AS memprioritaskan pengisian kembali persediaan militernya. Bloomberg menyebut kebijakan ini berdampak pada permintaan Ukraina untuk memperoleh tambahan rudal pencegat Patriot, terutama menjelang musim dingin.
CNN sebelumnya melaporkan bahwa persediaan sejumlah rudal utama AS turun tajam selama tujuh pekan perang dengan Iran. Kondisi tersebut disebut meningkatkan risiko kekurangan amunisi apabila Amerika Serikat kembali terlibat dalam perang dalam beberapa tahun mendatang.
Baca juga: Italia Kerahkan Angkatan Laut ke Bab el-Mandeb
Mengutip analisis Center for Strategic and International Studies atau CSIS, CNN menyebut militer AS telah menggunakan sedikitnya 45 persen persediaan rudal serang presisi jarak jauh, sedikitnya separuh rudal THAAD dan hampir 50 persen rudal pertahanan udara Patriot selama perang dengan Iran.
Persediaan rudal Tomahawk juga disebut berkurang sekitar 30 persen. Selain itu, lebih dari 20 persen rudal udara-ke-darat jarak jauh serta sekitar 20 persen rudal SM-3 dan SM-6 telah digunakan.
Pengisian kembali persediaan tersebut diperkirakan membutuhkan waktu empat hingga lima tahun. Pentagon memang telah menandatangani sejumlah kontrak untuk meningkatkan produksi rudal, tetapi waktu pengiriman masih diperkirakan mencapai tiga hingga lima tahun meskipun kapasitas produksi ditingkatkan. []
Baca juga: Data Korban Perang Iran di Militer AS Berbeda dengan Pentagon
Views: 20







