Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Netanyahu: Saya Menjalani 10 Tahun Neraka

Published

on

Benjamin Netanyahu menyebut proses hukum yang menjeratnya selama satu dekade sebagai "10 tahun neraka" saat mengakhiri kesaksiannya dalam sidang korupsi. (Foto: IRNA)
Benjamin Netanyahu menyebut proses hukum yang menjeratnya selama satu dekade sebagai "10 tahun neraka" saat mengakhiri kesaksiannya dalam sidang korupsi. (Foto: IRNA)

Ahlulbait Indonesia, 25 Juni 2026 — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakhiri kesaksiannya dalam persidangan korupsi yang telah membayangi karier politiknya selama bertahun-tahun. Menutup fase penting dalam proses hukum tersebut, Netanyahu menyebut perkara yang menjeratnya sebagai “10 tahun neraka” dan kembali menuduh bahwa kasus itu digerakkan oleh motif politik.

Menurut laporan media Israel yang dikutip Fars News Agency, Netanyahu pada Rabu (25/6) menyelesaikan kesaksiannya setelah 98 kali hadir dalam sidang selama sekitar 18 bulan terakhir. Kesaksian tersebut menjadi bagian dari upaya pembelaannya terhadap tuduhan suap, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan publik yang telah membelah opini politik Israel sejak persidangan dimulai pada 2020.

Baca juga: Laporan PBB: Israel Lakukan Genosida terhadap Anak-Anak Palestina di Gaza

“Setelah 10 tahun neraka, saya mengakhiri kesaksian saya. Tidak ada ungkapan lain yang dapat menggambarkannya,” ujar Netanyahu di hadapan pengadilan.

Bagi Netanyahu, perkara tersebut tidak pernah semata-mata menjadi persoalan hukum. Dalam pernyataannya, ia kembali menuding adanya dorongan politik di balik proses yang telah berlangsung selama satu dekade.

“Saat saya berusaha memimpin negara menghadapi sejumlah tantangan terbesar dalam sejarahnya, saya justru dihadapkan pada proses yang memalukan, penuh kebohongan, dan bermotif jahat,” katanya.

Persidangan Netanyahu dalam kasus 1000, 2000, dan 4000 masih berlanjut meski kesaksian Perdana Menteri Israel telah berakhir.

Persidangan Netanyahu dalam kasus 1000, 2000, dan 4000 masih berlanjut meski kesaksian Perdana Menteri Israel telah berakhir. (Foto: Farsnews Agency)

Persidangan Netanyahu mencakup tiga perkara terpisah yang dikenal sebagai kasus 1000, 2000, dan 4000. Dalam ketiga perkara tersebut, ia dituduh menerima keuntungan tidak sah, melakukan penipuan, dan menyalahgunakan kepercayaan publik. Seluruh tuduhan itu terus dibantah oleh Netanyahu.

Perjalanan persidangan juga tidak berlangsung mulus. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah sidang ditunda karena pertimbangan keamanan maupun perkembangan situasi politik dan militer yang melibatkan Israel.

Baca juga: Naftali Bennett Akui Rencana Rahasia Israel Selundupkan Starlink ke Iran

Menurut Jerusalem Post, tahapan yang sedang berlangsung saat ini merupakan pemeriksaan ulang terbatas oleh tim pembela untuk mengklarifikasi sejumlah isu yang sebelumnya diangkat jaksa dalam pemeriksaan silang.

Meski kesaksian Netanyahu telah berakhir, proses hukum terhadapnya masih berlanjut. Tim pembela dijadwalkan kembali menghadirkan saksi-saksi lain di Pengadilan Distrik Yerusalem. Sebelumnya, kesaksian Netanyahu dipindahkan ke Pengadilan Distrik Tel Aviv karena alasan keamanan.

Perkara yang menjerat Netanyahu tetap menjadi salah satu isu paling sensitif dalam politik Israel. Di tengah perang, krisis keamanan, dan pertarungan politik yang terus berlangsung, persidangan tersebut masih menjadi bayang-bayang yang belum lepas dari pemimpin terlama dalam sejarah politik Israel modern itu.

Menutup kesaksiannya, Netanyahu mengatakan bahwa tidak ada putusan pengadilan yang dapat mengembalikan waktu yang hilang selama proses hukum tersebut.

“Anda tidak dapat mengembalikan 10 tahun ini kepada saya, kepada keluarga saya, maupun kepada keluarga-keluarga lain yang terdampak. Kebenaran dan keadilan harus terungkap,” ujarnya. []

Baca juga: Qalibaf: MoU Islamabad Berubah Menjadi Deklarasi Kekalahan Amerika