Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Jurnalis AS: Rudal Generasi Baru Iran Jadi Mimpi Buruk bagi Sistem THAAD dan Patriot

Published

on

Rudal generasi baru Iran menghadirkan tantangan bagi sistem THAAD dan Patriot dalam mendeteksi dan mencegat sasaran.
Rudal generasi baru Iran menghadirkan tantangan bagi sistem THAAD dan Patriot dalam mendeteksi dan mencegat sasaran.

Ahlulbait Indonesia, 8 Agustus 2026 – Pengembangan rudal Iran kini tidak lagi bertumpu pada peningkatan jangkauan. Akurasi, kecepatan respons, mobilitas, penggunaan bahan bakar padat, serta kemampuan manuver pada fase akhir penerbangan menjadi faktor yang dinilai dapat memperumit kerja sistem pertahanan rudal lawan.

Jurnalis dan presenter Amerika Serikat, Rick Sanchez, dalam pernyataannya yang dilansir Fars News Agency pada Sabtu (8/8/2026), menyoroti kemampuan sejumlah rudal Iran mengubah lintasan saat memasuki kembali atmosfer. Menurutnya, karakteristik tersebut dapat menyulitkan sistem pertahanan seperti THAAD dan Patriot dalam melakukan intersepsi.

Baca juga: IRGC: Media Iran Berhasil Bongkar Narasi Perang Trump

Persoalannya terletak pada waktu respons yang terbatas. Sistem pertahanan harus mendeteksi sasaran, memperkirakan lintasannya, dan menentukan titik intersepsi dalam waktu singkat. Perubahan lintasan pada fase akhir dapat membuat prediksi semakin sulit sekaligus mempersempit ruang reaksi.

Selama beberapa dekade, Iran mengembangkan beragam keluarga rudal balistik, antara lain Shahab, Ghadr, Emad, Qiam, Zulfiqar, Khorramshahr, Sejjil, Kheibarshekan, dan Haj Qasem. Perkembangan tersebut mencakup jangkauan, akurasi, mobilitas, kesiapan operasional, dan karakteristik penerbangan.

Kheibarshekan dan Haj Qasem menjadi dua contoh rudal berbahan bakar padat yang mendapat perhatian. Teknologi tersebut dapat mendukung kesiapan operasional dan mobilitas, sementara kemampuan manuver menambah tantangan bagi sistem yang berupaya melakukan intersepsi.

Baca juga: Jenderal Senior AS Dicopot Mendadak dari Komando Militer di Eropa

Karena itu, kekuatan rudal Iran tidak dapat diukur hanya dari jarak tempuh. Perpaduan jangkauan, akurasi, kecepatan respons, mobilitas, dan karakteristik penerbangan membentuk kalkulasi strategis yang lebih kompleks.

Dari perspektif Tehran, pengembangan tersebut diarahkan untuk memperkuat daya tangkal dengan meningkatkan biaya dan risiko bagi pihak yang mempertimbangkan tindakan militer terhadap Iran. Keragaman sistem dan pengembangan kemampuan domestik menjadi bagian dari strategi tersebut.

Bagi AS dan sekutunya, tantangannya bukan sekadar menghadapi rudal dengan jangkauan lebih jauh. Persoalan yang lebih besar adalah menghadapi kombinasi karakteristik yang dapat memperumit seluruh rantai pertahanan, mulai dari deteksi dan prediksi hingga proses intersepsi. []

Baca juga: Iran Rilis Puing Drone Amerika dan Israel yang Ditembak Jatuh IRGC