Internasional
Raja Bahrain Hubungi Presiden Israel di Tengah Perang Melawan Iran

Ahlulbait Indonesia, 27 Juli 2026 – Di tengah meningkatnya agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa menggelar pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Presiden Israel Isaac Herzog. Kontak tingkat tinggi ini berlangsung ketika hubungan strategis Manama dan Tel Aviv terus diperkuat di bawah payung Abraham Accords, di tengah memanasnya situasi keamanan di Timur Tengah.
Menurut laporan IRNA pada Minggu (27/7), yang mengutip Kantor Berita Resmi Bahrain, kedua pemimpin membahas perkembangan internasional dan regional serta hubungan bilateral dalam kerangka perjanjian normalisasi yang dikenal sebagai Abraham Accords.
Baca juga: Sanaa: Fasilitas Minyak Arab Saudi Masuk Daftar Sasaran jika Riyadh Terus Tingkatkan Eskalasi
Dalam pernyataan yang diunggah di media sosial, Herzog mengatakan pembicaraan tersebut membahas berbagai langkah untuk memperkuat hubungan persahabatan dan memperluas kerja sama antara Israel dan Bahrain. Ia juga menyebut kedua pemimpin menegaskan pentingnya mempertahankan Abraham Accords, yang dimediasi Amerika Serikat, sebagai fondasi hubungan kedua negara.
Menyinggung perkembangan terbaru di kawasan, Herzog mengatakan kedua belah pihak sepakat mengenai pentingnya koordinasi dan konsultasi antarnegara Timur Tengah dalam menghadapi dinamika regional.
Presiden Israel itu juga menggambarkan Raja Hamad sebagai “mitra penting dalam membangun masa depan Timur Tengah.” Herzog memuji apa yang disebutnya sebagai keberanian, visi, dan kontribusi Raja Bahrain dalam memperkuat perdamaian, stabilitas, dan kerja sama antara Israel dan Bahrain.
Baca juga: Citra Satelit Tunjukkan Gudang Amunisi Pasukan Khusus AS di Yordania Remuk
Hubungan Bahrain dan Israel mengalami perubahan mendasar sejak penandatanganan Abraham Accords pada 2020. Sejak normalisasi tersebut, kedua negara terus memperluas kerja sama di bidang diplomatik, ekonomi, teknologi, intelijen, dan keamanan. Bahrain juga menjadi tuan rumah Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat, yang selama bertahun-tahun menjadi pusat operasi militer Washington di kawasan Teluk.
Di tengah perang yang masih berlangsung, komunikasi langsung antara Raja Bahrain dan Presiden Israel menunjukkan tetap eratnya koordinasi politik antara kedua negara. Bagi Iran, penguatan hubungan Bahrain-Israel di bawah Abraham Accords, ditambah keberadaan pangkalan militer utama Amerika Serikat di Bahrain, dipandang sebagai bagian dari arsitektur keamanan yang mendukung kepentingan strategis Washington dan Tel Aviv dalam menghadapi Teheran. []
Baca juga: CNN: Dua Wajah Trump, Ancam Iran di Depan Publik, Negosiasi di Balik Layar







