Internasional
Tentara Iran: AS Harus Terima Tatanan Baru di Selat Hormuz

Ahlulbait Indonesia, 9 Agustus 2026 – Juru Bicara Angkatan Darat Republik Islam Iran Brigadir Jenderal Mohammad Akrami-Nia menyatakan tatanan yang disebutnya sebagai “tatanan Iran” kini berlaku di Selat Hormuz dan tidak dapat dikembalikan. Menurutnya, Amerika Serikat tidak memiliki pilihan selain menerima kondisi tersebut atau menghadapi konsekuensi yang jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya.
Baca juga: BBC Bongkar Batas Kekuatan Washington dalam Perang Iran
Pernyataan tersebut disampaikan Akrami-Nia dalam pertemuan massa di kawasan Chitgar, Teheran, seperti dilaporkan Fars News pada Sabtu (8/8/2026).
“Tatanan Iran kini berlaku di Selat Hormuz dan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran berdiri dengan kekuatan penuh hingga tatanan tersebut sepenuhnya terkonsolidasi,” ujar Akrami-Nia.
Menurutnya, Angkatan Bersenjata Iran memiliki tekad dan motivasi yang kuat serta kemampuan pertahanan yang diperlukan untuk mempertahankan kondisi tersebut.
Akrami-Nia menegaskan bahwa tatanan Iran di Selat Hormuz tidak dapat dibalikkan.
“Amerika tidak memiliki pilihan selain menerima kondisi yang ada. Jika tidak, Amerika akan menanggung biaya yang jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya,” katanya.
Akrami-Nia juga menyoroti dukungan masyarakat Iran terhadap Republik Islam Iran melalui kehadiran mereka dalam berbagai pertemuan malam di jalan-jalan. Menurutnya, partisipasi tersebut berperan dalam menggagalkan apa yang disebutnya sebagai konspirasi musuh untuk menggulingkan pemerintahan Republik Islam Iran serta meningkatkan semangat dan motivasi personel angkatan bersenjata dalam mempertahankan negara.
Baca juga: Foreign Affairs: Amerika Harus Tinggalkan Timur Tengah
Menurut Akrami-Nia, kehadiran masyarakat secara luas juga meningkatkan rasa tanggung jawab personel angkatan bersenjata. Para pembela negara, katanya, telah menunjukkan kesiapan untuk mempertahankan keamanan dan kehormatan nasional hingga pengorbanan terakhir.
Akrami-Nia menyebut perlawanan masyarakat Iran terhadap Amerika Serikat telah meningkatkan posisi Iran di antara masyarakat yang memperjuangkan kebebasan di dunia. Menurutnya, rakyat Iran kini dikenal sebagai masyarakat yang tangguh, sadar, dan berani.
Akrami-Nia Sebut AS Mengalami Kebuntuan
Akrami-Nia menilai Amerika Serikat tidak memiliki strategi yang dapat menyelamatkan posisinya dalam menghadapi Iran. Menurutnya, kemarahan dan perbedaan pendapat di kalangan pejabat Amerika, pernyataan yang saling bertentangan, serta ancaman yang disebutnya tidak berdasar menunjukkan kebuntuan dan ketidakberdayaan Washington dalam perang melawan Iran.
Baca juga: Foreign Affairs: Amerika Harus Tinggalkan Timur Tengah
Mengenai Selat Hormuz, Akrami-Nia kembali menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Iran akan terus bertahan dengan kekuatan penuh hingga tatanan yang disebutnya sebagai tatanan Iran sepenuhnya terkonsolidasi.
Operasi Angkatan Bersenjata Iran Berlanjut
Akrami-Nia juga menegaskan kesiapan Angkatan Bersenjata Iran, khususnya Angkatan Darat, untuk terus mempertahankan Iran dan Republik Islam Iran.
Menurutnya, pasukan Iran telah menunjukkan pengorbanan dalam menghadapi berbagai risiko selama operasi militer, termasuk ketika meluncurkan rudal dan pesawat nirawak.
Dia juga menyebut pilot Angkatan Udara Iran tetap menjalankan operasi meskipun menghadapi sistem pertahanan udara berlapis milik pihak lawan serta berbagai kondisi sulit.
Akrami-Nia mengatakan operasi Angkatan Udara telah menghasilkan sejumlah operasi penting dan efektif. Menurutnya, seluruh tindakan tersebut menunjukkan keyakinan yang kuat serta motivasi tinggi angkatan bersenjata Iran dalam mempertahankan tanah air dan keamanan masyarakat. []
Baca juga: Jenderal Tertinggi AS Peringatkan Trump Segera Akhiri Perang Iran







