Internasional
IRGC: Media Iran Berhasil Bongkar Narasi Perang Trump

Ahlulbait Indonesia, 8 Agustus 2026 – Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC menilai pengakuan sejumlah media asing mengenai kegagalan Amerika Serikat dalam perang melawan Iran tidak terlepas dari perjuangan media Iran menghadapi perang informasi.
Pernyataan tersebut dipublikasikan Sepah News pada Sabtu (8/8/2026), bertepatan dengan Hari Jurnalis Iran yang diperingati setiap 17 Mordad dalam kalender Iran bertepatan dengan 8 Agustus, sekaligus mengenang Mahmoud Sarami, jurnalis Iran yang gugur saat menjalankan tugas.
Baca juga: Trump Didesak Akui Kegagalan, Kubur Mimpi Menaklukkan Teheran
IRGC menyatakan Amerika Serikat dan Israel gagal mencapai tujuan yang mereka tetapkan dalam perang kedua dan ketiga terhadap Iran, meskipun mengerahkan kekuatan militer dan operasi media. Menurut lembaga tersebut, perkembangan itu justru memperlihatkan kebuntuan strategis, keretakan di antara sekutu Barat, serta melemahnya pengaruh Washington dan Tel Aviv.
IRGC juga menyoroti pemberitaan sejumlah media asing yang disebut mulai mengakui kegagalan Washington. Beberapa laporan bahkan menggambarkan perang tersebut sebagai “kekalahan” dan “jebakan yang dibuat sendiri” oleh Trump.
Menurut IRGC, kesepahaman yang tercapai selama konflik turut mencerminkan posisi tawar Iran di medan dan meja perundingan. Lembaga tersebut mengaitkannya dengan kekuatan militer, strategi pencegahan aktif, ketahanan masyarakat, serta kerja media dalam menghadapi propaganda dan informasi palsu.
Perang, menurut IRGC, juga berlangsung di ruang informasi. Amerika Serikat dan Israel disebut menggunakan perang hibrida dan siber, termasuk kecerdasan buatan, untuk mendistorsi fakta dan memengaruhi persepsi publik Iran.
Baca juga: Araghchi Ajak Negara Tetangga Bertumpu pada Kekuatan Sendiri
IRGC mengacu pada pengalaman kerusuhan 18 dan 19 Dey 1404 sebagai bukti pentingnya kecepatan dan ketepatan dalam membentuk narasi. Dalam perang terbaru, media Iran disebut berupaya mendokumentasikan perlawanan masyarakat, kondisi korban dan keluarga mereka, serta aktivitas para pejuang dan petugas di tengah konflik.
Sejumlah jurnalis tetap bekerja di tengah serangan dan ancaman. Mereka berada bersama petugas penyelamat, aparat keamanan, dan masyarakat yang terdampak konflik. Sebagian bahkan gugur ketika menjalankan tugas jurnalistik.
Dalam pernyataannya, IRGC menyampaikan penghormatan kepada para jurnalis yang disebut berada di garis depan perang informasi, sekaligus mengenang Mahmoud Sarami dan para jurnalis lain yang gugur dalam menjalankan tugas. []
Baca juga: Iran Rilis Puing Drone Amerika dan Israel yang Ditembak Jatuh IRGC







