Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Naftali Bennett Akui Rencana Rahasia Israel Selundupkan Starlink ke Iran

Published

on

Mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengungkap adanya rencana penyelundupan perangkat Starlink ke Iran untuk mendukung jaringan oposisi dan memperluas komunikasi di luar infrastruktur resmi negara. (Foto: JNS)
Mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengungkap adanya penyelundupan perangkat Starlink ke Iran untuk mendukung jaringan oposisi dan memperluas komunikasi di luar infrastruktur resmi negara. (Foto: JNS)

Ahlulbait Indonesia, 24 Juni 2026 — Mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengungkap bahwa Israel pernah menjalankan rencana rahasia untuk menyelundupkan puluhan ribu perangkat internet satelit Starlink ke Iran guna membantu koordinasi kelompok-kelompok oposisi dan mendukung upaya menggulingkan pemerintahan negara tersebut.

Menurut laporan Press TV, pengakuan itu disampaikan Bennett dalam Konferensi Kebijakan Internasional JNS di Al-Quds yang diduduki pada Selasa (23/6). Ia menyatakan bahwa Israel telah menyiapkan program untuk memasok dan menyelundupkan perangkat Starlink ke Iran sebagai bagian dari strategi memperluas jaringan komunikasi kelompok yang menentang pemerintah.

Baca juga: Sekjen Hizbullah: Lebanon Memasuki Fase Kegagalan Proyek Israel Raya

“Tujuannya adalah memungkinkan mereka berkoordinasi satu sama lain dan pada akhirnya menjatuhkan pemerintahan Iran,” kata Bennett.

Namun, ia mengklaim rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan karena dihentikan oleh pemerintahan Israel saat ini sebelum infrastruktur yang diperlukan berhasil dibangun.

Menurut Bennett, penghentian program itu membuat jaringan yang dirancang untuk mendukung koordinasi kelompok-kelompok oposisi tidak siap ketika gelombang kerusuhan terjadi di Iran.

Starlink merupakan layanan internet satelit milik perusahaan antariksa SpaceX yang didirikan Elon Musk. Meskipun tidak memiliki izin resmi beroperasi di Iran, Musk sebelumnya menyatakan bahwa layanan tersebut aktif digunakan di negara itu.

Pengakuan Bennett muncul setelah sejumlah laporan media Barat menyoroti keberadaan perangkat Starlink di Iran. Pada Februari lalu, The Wall Street Journal melaporkan bahwa ribuan terminal Starlink telah dipindahkan secara rahasia ke negara tersebut. Reuters juga melaporkan penggunaan infrastruktur Starlink oleh militer Amerika Serikat dalam operasi yang melibatkan pesawat nirawak selama konflik dengan Iran.

Baca juga: Puluhan Ribu Warga Cile Dukung Pencabutan Keanggotaan Israel di PBB

Pemerintah Iran sebelumnya berulang kali menuduh Amerika Serikat dan Israel terlibat dalam penyelundupan perangkat komunikasi ke dalam negeri dengan tujuan memengaruhi stabilitas keamanan nasional.

Dalam pernyataanya, Bennett juga menegaskan bahwa dirinya akan melanjutkan berbagai upaya untuk melemahkan pemerintahan Iran apabila kembali berkuasa. Menurutnya, langkah tersebut dapat mencakup berbagai bentuk tekanan nonmiliter, termasuk tindakan yang ia sebut sebagai sabotase ekonomi dan industri.

Bennett saat ini memimpin salah satu partai sayap kanan Israel dan menjadi salah satu tokoh oposisi yang diperkirakan akan menantang Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam pemilihan mendatang.

Pernyataan tersebut kembali menyoroti dimensi nonmiliter dalam persaingan Iran dan Israel yang selama bertahun-tahun berlangsung melalui operasi intelijen, perang siber, tekanan ekonomi, dan berbagai bentuk konflik tidak langsung lainnya. []

Baca juga: Iran dan Oman Bentuk Komite Bersama untuk Tata Kelola Selat Hormuz