Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Suku-Suku Palestina Umumkan Mobilisasi Nasional untuk Gagalkan Fitnah dan Perpecahan di Gaza

Published

on

Tokoh suku dan keluarga besar Palestina di Gaza mengumumkan mobilisasi nasional untuk menjaga persatuan dan stabilitas internal di tengah seruan aksi yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Juni. (Foto: Shahab News)
Tokoh suku dan keluarga besar Palestina di Gaza mengumumkan mobilisasi nasional untuk menjaga persatuan dan stabilitas internal di tengah seruan aksi yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Juni. (Foto: Shahab News)

Ahlulbait Indonesia, 25 Juni 2026 — Sejumlah suku, klan, dan keluarga besar Palestina di Jalur Gaza mendeklarasikan mobilisasi nasional untuk menghadapi gerakan yang dikenal sebagai “26 Juni”, yang dalam beberapa hari terakhir menyerukan aksi demonstrasi terhadap Hamas melalui media sosial. Para tokoh masyarakat menilai gerakan tersebut berpotensi mengganggu persatuan internal Palestina di tengah perang yang masih berlangsung.

Menurut laporan Kantor Berita Shahab yang dikutip IRNA pada Rabu (24/6), sikap tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi yang mempertemukan para pemimpin suku, tetua masyarakat, dan perwakilan keluarga-keluarga besar Palestina dari berbagai wilayah Gaza.

Baca juga: Laporan PBB: Israel Lakukan Genosida terhadap Anak-Anak Palestina di Gaza

Dalam pernyataan bersama, para peserta konferensi menegaskan penolakan terhadap segala bentuk upaya yang dinilai dapat merusak stabilitas sosial dan keamanan internal masyarakat Palestina pada saat Jalur Gaza masih menghadapi agresi militer dan krisis kemanusiaan yang berkepanjangan.

Ketua Majelis Nasional Suku, Klan, dan Keluarga Palestina, Alaauddin Al-Aklouk, mengatakan bahwa masyarakat Gaza tidak akan memberikan ruang bagi tindakan yang mengarah pada kekacauan atau mengancam keamanan warga.

“Tidak ada tempat bagi kekacauan di tengah masyarakat kami, dan tidak akan ada toleransi terhadap siapa pun yang mengancam keamanan warga,” tegasnya.

Para tokoh suku juga menilai bahwa setiap gerakan yang berpotensi menciptakan konflik internal harus disikapi secara serius, terutama ketika rakyat Palestina masih menghadapi tekanan perang dan blokade yang berkepanjangan.

Salah seorang tokoh masyarakat Palestina, Rashad Helles, menegaskan bahwa rakyat Gaza telah menunjukkan kemampuan menjaga ketahanan sosial dan nasional dalam menghadapi berbagai tekanan selama bertahun-tahun.

Menurutnya, masyarakat Palestina yang berhasil menggagalkan berbagai upaya pemindahan paksa penduduk juga mampu menghadapi setiap gerakan yang berpotensi memecah persatuan nasional.

Baca juga: Naftali Bennett Akui Rencana Rahasia Israel Selundupkan Starlink ke Iran

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya aktivitas kelompok yang menamakan diri “Gerakan 26 Juni”, yang menyerukan demonstrasi terhadap Hamas pada Jumat mendatang di berbagai wilayah Gaza.

Sejumlah tetua dan tokoh masyarakat yang diwawancarai Shahab menyebut gerakan tersebut sebagai langkah yang mencurigakan dan tidak sejalan dengan kepentingan rakyat Palestina selama perang masih berlangsung. Mereka menilai prioritas utama masyarakat Gaza saat ini adalah menjaga kohesi sosial, memperkuat solidaritas nasional, dan menghadapi dampak perang yang terus berlanjut.

Mereka juga menyerukan tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti terlibat dalam aktivitas yang mengancam keamanan masyarakat atau bekerja untuk kepentingan pihak pendudukan.

Di tengah ketidakpastian yang masih menyelimuti Gaza, para pemimpin suku dan keluarga besar Palestina menegaskan bahwa persatuan nasional tetap menjadi benteng utama dalam menghadapi tekanan eksternal maupun berbagai upaya yang berpotensi memecah barisan internal rakyat Palestina. []

Baca juga: Sekjen Hizbullah: Lebanon Memasuki Fase Kegagalan Proyek Israel Raya