Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Pemimpin Minoritas Demokrat Senat AS Desak Trump Mundur

Published

on

Chuck Schumer mendesak Trump mundur, menuding kebijakan ekonomi dan perang pemerintahannya merugikan pekerja Amerika.
Chuck Schumer mendesak Trump mundur, menuding kebijakan ekonomi dan perang pemerintahannya merugikan pekerja Amerika.

Ahlulbait Indonesia, 8 Agustus 2026 – Pemimpin Minoritas Demokrat di Senat Amerika Serikat, Chuck Schumer, mendesak Presiden Donald Trump mundur dari jabatannya. Ia menilai kebijakan ekonomi dan perang pemerintahan Trump telah memperburuk kondisi pekerja Amerika.

Baca juga: Jenderal Senior AS Dicopot Mendadak dari Komando Militer di Eropa

Dalam pidatonya di lantai Senat, Schumer menyoroti laporan ketenagakerjaan yang mencatat kehilangan 23.000 lapangan kerja pada Juli 2026. Data tersebut, menurutnya, menunjukkan dampak nyata dari kebijakan pemerintahan Trump terhadap perekonomian.

Associated Press (AP) dalam laporan berjudul “US job market stalled in July as employers cut 23,000 jobs, delivering political setback to Trump” yang diterbitkan 7 Agustus 2026, menyebut pasar tenaga kerja AS mengalami stagnasi. Data untuk Mei dan Juni juga direvisi turun secara signifikan.

Dalam pernyataan resminya pada hari yang sama, Senate Democratic Caucus memuat pidato Schumer dengan judul Leader Schumer Floor Remarks Slamming Trump’s Disastrous Economic Policies For Slower Economic Growth And Devastating Job Loss.” Schumer menilai perlambatan pertumbuhan dan kehilangan pekerjaan merupakan konsekuensi dari kebijakan Trump.

“Orang yang seharusnya kehilangan pekerjaannya dan diberhentikan saat ini adalah Donald Trump,” ujar Schumer.

Ia menuding Trump menciptakan kekacauan melalui perang yang mahal, kebijakan ekonomi yang tidak konsisten, dan dugaan korupsi. Menurutnya, beban dari kebijakan tersebut justru dipikul masyarakat, terutama mereka yang kehilangan pekerjaan dan penghasilan.

Baca juga: Trump Diminta Kubur Mimpi Menaklukkan Teheran

Schumer juga menyindir klaim Trump bahwa Amerika memiliki atau akan memiliki perekonomian terbesar dalam sejarah dunia. Ia mempertanyakan pernyataan tersebut di tengah melemahnya pasar tenaga kerja.

“Di planet mana dia hidup?” kata Schumer, seraya mempertanyakan kepedulian Trump terhadap lebih dari 300 juta warga Amerika.

Pernyataan Schumer menegaskan semakin kerasnya pertarungan politik di Washington. Lapangan kerja dan kondisi ekonomi kini menjadi medan utama Demokrat untuk menyerang kebijakan Trump menjelang pemilu paruh waktu 2026. []

Baca juga: Iran Rilis Puing Drone Amerika dan Israel yang Ditembak Jatuh IRGC