Internasional
Media Israel: AS Bangun Jembatan Udara untuk Pasok Senjata ke Israel

Ahlulbait Indonesia, 27 Juli 2026 – Lembaga penyiaran publik Israel mengungkap adanya operasi “jembatan udara” yang digunakan Amerika Serikat untuk mengirim persenjataan, amunisi, pesawat tempur, serta pesawat pengisian bahan bakar dalam jumlah besar ke wilayah pendudukan.
Mengutip laporan Mehr News Agency, Minggu (26/7/2026), lembaga penyiaran Israel KAN melaporkan bahwa Washington terus memperkuat dukungan militernya kepada Israel dengan mengirim puluhan pesawat tanker, pesawat tempur, serta berbagai jenis amunisi dan perlengkapan militer melalui jalur udara.
Baca juga: Juru Bicara Angkatan Bersenjata Iran: AS Terjebak dalam Kebuntuan Strategis
Menurut laporan tersebut, dalam beberapa pekan terakhir, menyusul meningkatnya ancaman terhadap pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan, sebagian armada udara AS telah dipindahkan ke wilayah pendudukan.
Berdasarkan sumber militer Israel, sekitar 90 pesawat tanker Amerika telah mendarat di pangkalan-pangkalan udara Israel dan Bandara Ben Gurion hanya dalam kurun dua pekan terakhir.
KAN menilai pola pengerahan itu menyerupai mobilisasi militer yang dilakukan Amerika Serikat menjelang dimulainya perang terhadap Iran.
Sementara itu, situs berita Israel Walla, mengutip seorang sumber Angkatan Udara Israel yang enggan disebutkan namanya, melaporkan bahwa militer Amerika Serikat berencana menempatkan hingga 100 pesawat tanker di pangkalan-pangkalan militer serta Bandara Ramon di selatan wilayah pendudukan.
Gelombang kedatangan pesawat tanker Amerika tersebut dilaporkan memicu perdebatan di dalam kabinet Israel. Sejumlah pejabat keamanan menilai langkah itu penting untuk memperkuat dukungan militer Washington kepada Tel Aviv. Namun, sejumlah menteri dan pejabat lainnya memperingatkan bahwa keberadaan pesawat tanker dalam jumlah besar berpotensi mengganggu operasional bandara.
Baca juga: Kapal-Kapal Tanker Mendadak Tinggalkan Pelabuhan Kuwait dan Arab Saudi
Kekhawatiran serupa juga disampaikan Otoritas Penerbangan Israel yang memperingatkan potensi terganggunya penerbangan sipil selama musim liburan musim panas.
Direktur Otoritas Bandara Israel, Sharon Kedmi, mengatakan lebih dari 50.000 tiket penerbangan berpotensi terdampak akibat keterlambatan operasional.
“Penundaan ini memiliki konsekuensi operasional yang langsung dan berbahaya,” ujarnya.
Di tengah situasi tersebut, Direktur Jenderal Kementerian Perhubungan Israel, Moshe Ben Zaken, menegaskan bahwa otoritas tidak akan mengizinkan tambahan pesawat tanker Amerika mendarat di bandara-bandara Israel.
Ia menyatakan bahwa unit pengatur lalu lintas udara telah diperintahkan untuk tidak lagi menyetujui permohonan pendaratan pesawat tanker militer Amerika Serikat. []
Baca juga: Invasi Darat ke Iran Akan Menenggelamkan AS dalam Rawa Perang







