Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Iran Peringatkan Inggris akan Menjadi Sasaran Berikutnya jika Dukung AS

Published

on

Juru Bicara IRGC Brigjen Hossein Mohebi mengumumkan pangkalan militer AS di Al-Tanf, Suriah, menjadi sasaran dalam Operasi Nasr 2. (Foto: Tasnim News Agency)
Juru Bicara IRGC Brigjen Hossein Mohebi menyampaikan peringatan bahwa negara-negara yang mendukung Amerika Serikat dalam perang berpotensi menjadi target sah Iran. (Foto: Tasnim News Agency)

Ahlulbait Indonesia, 27 Juli 2026 – Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigjen Hossein Mohebi, memperingatkan bahwa setiap negara yang memberikan dukungan militer kepada Amerika Serikat dalam konflik melawan Iran akan dianggap sebagai target yang sah bagi Republik Islam.

Dalam wawancara eksklusif dengan Tasnim News Agency pada Minggu malam (26/7/2026), Mohebi secara khusus menyinggung Inggris. Ia menyatakan bahwa apabila London terus memberikan dukungan militer kepada Washington, wilayahnya dapat menjadi sasaran serangan Iran.

Baca juga: IRGC: Iran Hancurkan 11 Pesawat Militer AS di Pangkalan Regional

“Negara mana pun, baik Inggris, negara-negara di kawasan Teluk Persia, maupun pihak lainnya, jika mendukung Amerika dalam perang, akan menjadi target sah kami,” tegasnya.

Mohebi mengungkapkan bahwa pesawat pembom strategis B-1 milik Amerika Serikat menggunakan pangkalan udara di Inggris. Menurutnya, jika kerja sama tersebut berlanjut dalam konflik melawan Iran, maka Inggris akan menjadi target yang sah.

“Baru-baru ini pesawat B-1 Amerika menggunakan pangkalan udara di Inggris. Jika mereka terus bekerja sama, mereka akan menjadi target yang pasti dan sah. Kami telah menyiapkan skenario untuk setiap kemungkinan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Mohebi juga menyebut Israel berupaya mempertahankan kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan dengan memberikan informasi yang keliru kepada Presiden AS demi mendorong Washington terus terlibat dalam konflik.

Baca juga: Media Israel: AS Bangun Jembatan Udara untuk Pasok Senjata ke Israel

Menurutnya, Tel Aviv berusaha memanfaatkan kekuatan militer Amerika untuk mencapai tujuan-tujuan strategisnya di Timur Tengah.

“Israel ingin mempertahankan Amerika di kawasan dengan menghasut Presiden Amerika dan memberikan informasi yang salah. Mereka ingin mewujudkan tujuan-tujuannya melalui kekuatan Amerika,” katanya.

Mohebi juga melontarkan peringatan keras kepada Israel. Ia menegaskan bahwa apabila Tel Aviv kembali melancarkan perang terhadap Iran, konsekuensi yang akan dihadapi akan jauh lebih berat.

“Israel tahu, jika mereka kembali berperang dan kami memusatkan perhatian kepada mereka, apa yang akan menimpa mereka akan menjadi bencana besar,” tegasnya. []

Baca juga: CNN: Dua Wajah Trump, Ancam Iran di Depan Publik, Negosiasi di Balik Layar