Internasional
Dokumen Rahasia Netanyahu Diburu MI6, Kini Berada di Tangan Iran
Media ABI, 26 Agustus 2026 — Sebuah laporan rahasia militer dan keamanan Israel yang disebut menjadi sasaran operasi Dinas Intelijen Rahasia Inggris MI6 kini diklaim berada di tangan intelijen Iran. Fars News Agency melaporkan hal tersebut pada Rabu (26/8/26) dengan mengutip materi yang ditayangkan dalam program Gharargah-e Jang di Ofogh TV.
Menurut laporan itu, operasi tersebut melibatkan Alexandra Shelman yang disebut mendapat tugas mendekati Tzachi Braverman, salah satu orang dekat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Braverman disebut memiliki akses ke lingkaran pengambilan keputusan di Kantor Perdana Menteri Israel.
Baca juga: Sanksi Baru AS terhadap Iran Uji Hubungan Washington dan Beijing
Dari Pesan ke Pertemuan
Isi laporan yang ditampilkan Fars memuat foto dan tangkapan layar percakapan yang disebut berasal dari telepon Shelman dan Braverman. Hubungan keduanya bermula melalui aplikasi pesan sebelum berkembang menjadi komunikasi yang lebih dekat dan berlanjut ke pertemuan langsung.
Shelman disebut berusaha membangun kepercayaan Braverman melalui pendekatan personal. Setelah komunikasi berlangsung, keduanya mulai membicarakan tempat untuk bertemu. Beberapa lokasi sempat dipertimbangkan, tetapi tempat ramai dihindari karena kekhawatiran soal keamanan dan kemungkinan terdeteksi.
Pertemuan akhirnya disebut berlangsung di luar Tel Aviv, di kawasan perbukitan Sharon. Menurut dokumen yang diklaim diperoleh aparat keamanan Iran, pertemuan itu berkaitan dengan upaya mendapatkan informasi yang berada dalam akses Braverman.
Informasi yang dicari disebut berupa sebuah laporan rahasia yang memuat data dari badan intelijen dan kontraintelijen militer Israel. Fars menyebut dokumen tersebut hanya memiliki dua salinan. Satu disimpan di Kantor Perdana Menteri Israel, sedangkan salinan lainnya berada di tangan Braverman.
Baca juga: Pentagon Kembali Perbarui Data Korban Perang Iran, Total Capai 776 Orang
Laporan itulah yang disebut menjadi sasaran operasi MI6. Setelah memperoleh salinan cetaknya, Shelman diklaim memberi tahu pihak Inggris bahwa tugasnya telah selesai. Namun, menurut Fars, dia mendapat instruksi untuk tidak mengirimkan dokumen tersebut melalui jaringan digital.
Larangan itu disebut berkaitan dengan kekhawatiran MI6 bahwa pengiriman secara digital dapat membuka jalur komunikasi dan memudahkan pelacakan perpindahan informasi. Karena itu, dokumen tersebut tetap dalam bentuk cetak.
Dari MI6 ke Tangan Iran
Di sinilah perkembangan lain dalam kasus tersebut muncul. Laporan yang disebut berhasil diperoleh melalui operasi MI6 itu kemudian diklaim dapat diakses oleh intelijen Iran.
Baca juga: Kanada Tak Pernah Teriak “Mampus Amerika”, Tetap Ditekan Washington
Program Gharargah-e Jang menyebut dokumen tersebut kini berada di tangan Iran. Fars menilai penguasaan laporan yang berisi informasi mengenai badan intelijen dan kontraintelijen militer Israel itu menunjukkan kemampuan intelijen Iran dalam mengikuti perkembangan keamanan Israel sekaligus aktivitas badan intelijen asing.
Namun, informasi mengenai operasi tersebut masih bersumber pada dokumen dan materi yang ditampilkan Fars News serta program Gharargah-e Jang. Tidak ada tanggapan dari MI6, pemerintah Inggris, Kantor Perdana Menteri Israel, maupun Tzachi Braverman mengenai keaslian dokumen, hubungan Shelman dan Braverman, atau dugaan operasi yang diungkap dalam laporan tersebut.
Karena itu, keterlibatan MI6 dan klaim bahwa laporan rahasia tersebut kini berada di tangan intelijen Iran belum dapat diverifikasi secara independen berdasarkan informasi yang tersedia. []
Baca juga: Qalibaf kepada Trump: “Kami Akan Membuat Amerika Kelaparan”
