Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Gedung Putih: Tak Ada Negosiasi dengan Iran

Published

on

Gedung Putih menyatakan tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran.
Gedung Putih menyatakan tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran.

Media ABI, 26 Agustus 2026 — Seorang pejabat Gedung Putih menyatakan tidak ada negosiasi maupun pembicaraan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran, serta belum ada rencana untuk menggelar perundingan. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Al Jazeera dan dilaporkan Mehr News Agency pada Rabu (26/8/26).

Menurut pejabat tersebut, Washington saat ini tidak melakukan pembicaraan dengan Tehran. Pernyataan itu muncul di tengah kebuntuan diplomatik antara kedua negara. Pada 18 Agustus, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menyatakan tidak ada pembicaraan atau pertemuan yang sedang berlangsung maupun telah dijadwalkan dengan Iran.

Baca juga: Kekuatan Pertahanan Lokal Iran Gagalkan Rencana Agresor di Perang Ramadan

Pejabat Gedung Putih tersebut kemudian menyinggung situasi di Selat Hormuz. Dia mengklaim blokade laut di sekitar pelabuhan Iran diterapkan dengan tegas dan efektif. Dia juga menyatakan Selat Hormuz terbuka serta ranjau laut telah dibersihkan.

Klaim mengenai kondisi Selat Hormuz tersebut bertentangan dengan sejumlah laporan mengenai lalu lintas pelayaran di kawasan itu. Data Reuters pada awal Agustus menunjukkan aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz telah turun tajam, dengan hanya enam kapal tercatat melintas pada satu hari pengamatan.

Baca juga: Iran: Trump Gunakan Perang Ekonomi untuk Alihkan Krisis Finansial AS

Kondisi tersebut juga menjadi bagian dari kebuntuan yang lebih luas antara Washington dan Tehran. Iran sebelumnya menyatakan tidak sedang bernegosiasi dengan Amerika Serikat, sementara pembicaraan dengan Oman difokuskan pada pengaturan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Dengan demikian, pernyataan Gedung Putih mengenai tidak adanya negosiasi dengan Iran sejalan dengan pernyataan Trump sebelumnya. Namun, klaim bahwa Selat Hormuz terbuka tetap berhadapan dengan laporan mengenai penurunan drastis lalu lintas kapal di jalur strategis tersebut. []

Baca juga: Iran Peringatkan Negara Teluk, Bantu AS Berarti Ikut Perang

Continue Reading