Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Jenderal Zionis: Masyarakat Israel di Ambang Jurang Kehancuran

Published

on

Brik menyebut perpecahan politik dan sosial turut melemahkan daya tangkal serta sistem publik Israel.
Jenderal purnawirawan Israel Isaac Brik memperingatkan perpecahan politik dan sosial semakin mengancam keamanan serta masa depan Israel.

Media ABI, 24 Agustus 2026 — Purnawirawan jenderal Israel Isaac Brik memperingatkan bahwa masyarakat Israel kini berada di ambang “jurang yang dalam”. Dalam tulisan di Maariv yang dilansir Fars News Agency pada Senin (24/8/2026), Brik menyoroti polarisasi politik yang menurutnya telah membuat kritik terhadap pemerintah, militer, maupun kelompok masyarakat tertentu dibalas dengan pelabelan dan serangan politik.

Brik menggambarkan kehidupan politik Israel sebagai arena pertikaian yang mengagungkan politik kesukuan dan memberi pembenaran terhadap tindakan yang keliru. Kritik, tulisnya, tidak lagi dijawab berdasarkan substansi, melainkan dengan upaya mendiskreditkan orang yang menyampaikannya.

Baca juga: Trump Terjepit Beban Utang dan Perang

Ketika mengkritik para kepala staf militer dalam beberapa tahun terakhir dan menuding mereka membawa militer menuju jurang, gagal menyelesaikan persoalan di berbagai front, serta tidak mampu menjaga perbatasan, Brik disebut “sayap kanan pendukung Netanyahu” oleh kalangan kiri.

Namun, kritik terhadap para pemimpin politik, terutama Benjamin Netanyahu, membuat kalangan kanan menyebutnya “sayap kiri”. Saat mengkritik kelompok Haredi, label yang diterimanya bahkan lebih jauh, yakni “bukan Yahudi”.

Brik menyebut pola tersebut telah mengaburkan kenyataan. Kritik berbasis persoalan, tulisnya, diredam melalui pelabelan dan demonisasi yang berlangsung secara sistematis.

“Siapa pun yang berani menyampaikan kebenaran yang terang-terangan di hadapan para pemimpin kubu akan segera menjadi sasaran penghapusan politik dan media oleh ‘kawanan yang buta’, yang mengkultuskan seseorang dengan mengorbankan nilai-nilai,” tulis Brik.

Baca juga: Iran: Trump Gunakan Perang Ekonomi untuk Alihkan Krisis Finansial AS

Menurutnya, kepentingan kelompok semakin ditempatkan di atas kepentingan bersama. Akibatnya, masyarakat menjadi semakin terpecah dan justru merusak masa depannya melalui konflik internal.

Dia juga memperingatkan bahwa kepentingan faksi telah mengalahkan pertimbangan keamanan. Ketika masyarakat mulai saling melukai demi kepentingan kelompok, menurut Brik, keretakan internal semakin mendekatkan Israel pada keruntuhan.

Tanda-tandanya, menurut mantan jenderal tersebut, terlihat dalam melemahnya daya tangkal, terganggunya sistem publik, serta semakin dalamnya perpecahan sosial. Bahkan kemampuan untuk mencapai kesepakatan minimum mengenai keberadaan Israel sebagai sebuah negara pun, tulisnya, semakin terkikis. []

Baca juga: IRGC: Jika Perang Pecah Lagi, Iran Siapkan Senjata Lebih Merusak