Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Utusan Trump Puji Sikap al-Jolani terhadap Israel

Published

on

Utusan AS untuk Suriah dan Irak Tom Barrack. Dia menyebut serangan Israel ke pangkalan Abu al-Duhur sebagai eskalasi yang tidak perlu dan mendorong dialog untuk meredakan ketegangan.
Utusan AS untuk Suriah dan Irak Tom Barrack. Dia menyebut serangan Israel ke pangkalan Abu al-Duhur sebagai eskalasi yang tidak perlu dan mendorong dialog untuk meredakan ketegangan.

Media ABI, 19 Agustus 2026 – Utusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk Suriah dan Irak, Tom Barrack, menyebut serangan Israel ke wilayah Suriah sebagai eskalasi yang tidak perlu. Pada saat yang sama, Barrack menilai pemerintahan Ahmed al-Sharaa atau al-Jolani tidak mengambil langkah agresif terhadap Israel dan justru berupaya meredakan ketegangan.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah pesawat tempur Israel membombardir pangkalan udara militer Abu al-Duhur di Provinsi Idlib, sekitar 70 kilometer dari perbatasan Turki, pada Rabu pagi. Sumber-sumber Arab kemudian melaporkan adanya serangan lain pada sore hari.

Menurut laporan Fars News Agency pada Rabu (19/8/2026), Barrack menyatakan keprihatinannya atas serangan tersebut. Namun, dia tidak secara langsung mengecam Israel atas serangan maupun pelanggaran wilayah udara Suriah.

Baca juga: IRGC: Operasi Iran Bisa Berubah Menjadi Ofensif

“Kami sangat prihatin bahwa serangan udara Israel yang telah dikonfirmasi terhadap pangkalan udara Abu al-Duhur merupakan eskalasi yang tidak perlu dan tidak membantu stabilitas kawasan,” kata Barrack.

Dalam pernyataan yang sama, Barrack menyoroti sikap pemerintahan al-Sharaa yang dinilainya tidak mengambil langkah ofensif terhadap Israel.

“Pemerintahan al-Sharaa tidak mengambil posisi ofensif dan tidak memiliki pasukan proksi. Pemerintahan ini juga telah berulang kali menyatakan keinginannya untuk mengurangi ketegangan dengan Israel,” ujarnya.

Barrack mengatakan Amerika Serikat sebelumnya telah menjadi tuan rumah perundingan yang bertujuan mendorong kedua pihak menempuh jalur diplomatik. Menurutnya, Washington akan terus menjalankan peran tersebut.

Baca juga: Iran Peringatkan al-Jolani: Jangan Sentuh Hizbullah!

Dia menilai kesepakatan yang mampu bertahan untuk meredakan ketegangan hanya dapat dicapai melalui dialog berkelanjutan dengan negara-negara yang berkepentingan dan pihak-pihak utama dalam konflik.

“Amerika Serikat tetap meyakini bahwa menahan diri dan membangun hubungan melalui dialog merupakan jalan yang lebih konstruktif bagi semua pihak. Kami meminta seluruh pihak memprioritaskan dialog yang rasional daripada insiden militer lebih lanjut,” kata Barrack.

Serangan terhadap Abu al-Duhur berlangsung ketika pemerintahan baru Suriah menghadapi situasi keamanan yang belum stabil dan berusaha mengurangi ketegangan dengan Israel. Dalam konteks tersebut, pernyataan Barrack memperlihatkan dorongan Washington agar persoalan antara Suriah dan Israel tidak berkembang menjadi konfrontasi militer yang lebih luas. []

Baca juga: Hizbullah Sampaikan Surat Kesetiaan kepada Ayatullah Mojtaba Khamenei