Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Pelaut AS Mencoba Bunuh Diri di USS Abraham Lincoln, Hadapi Hukuman Disipliner

Published

on

USS Abraham Lincoln beroperasi di laut. Kerusakan pusat logistik AS di Bahrain disebut memaksa kapal induk tersebut menerima pasokan dari Diego Garcia yang berjarak sekitar 3.540 kilometer.
USS Abraham Lincoln, kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat yang menjadi lokasi insiden dan tengah mendapat sorotan terkait kondisi para awaknya.

Media ABI, 27 Agustus 2026 — Seorang pelaut Angkatan Laut Amerika Serikat yang terlibat dalam insiden di kapal induk USS Abraham Lincoln pada awal Agustus kini menghadapi proses disipliner militer. Istrinya menyebut insiden tersebut sebagai upaya bunuh diri dan mengatakan suaminya membutuhkan bantuan psikologis, bukan hukuman.

Mehr News Agency pada Kamis (27/8/26), mengutip laporan jaringan MS NOW, menyebut pelaut tersebut menghadapi hukuman nonyudisial berdasarkan hukum peradilan militer Amerika Serikat. Dia dituduh melanggar Pasal 83 dan Pasal 86 Uniform Code of Military Justice.

Baca juga: Layang-layang Anak Gaza Dicap Aktivitas Bersenjata

Pasal 83 berkaitan dengan dugaan berpura-pura sakit atau melukai diri untuk menghindari pekerjaan, tugas, atau dinas militer. Sementara Pasal 86 mengatur ketidakhadiran tanpa izin.

Menurut MS NOW, tuduhan itu dikenakan setelah pelaut tersebut terlibat dalam insiden di USS Abraham Lincoln pada awal Agustus. Istrinya, yang identitasnya tidak diungkap, mengatakan tindakan disipliner tersebut tidak tepat.

“Dia membutuhkan bantuan psikologis, bukan hukuman,” katanya. “Saya pikir mereka gila karena memperlakukan orang yang membutuhkan bantuan psikologis seperti itu.”

MS NOW juga melaporkan kemungkinan digelarnya pertemuan dengan perwira komandan untuk membahas hukuman terhadap pelaut tersebut.

Baca juga: Pasukan AS Keluar dari Irak, Pengaruh Washington Belum Berakhir

Kasus ini berlangsung ketika kondisi awak USS Abraham Lincoln tengah menjadi sorotan. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah insiden yang disebut berkaitan dengan upaya bunuh diri oleh beberapa personel kapal tersebut telah memicu kontroversi dan perhatian terhadap kondisi para awak.

Peristiwa itu kembali menempatkan kondisi personel USS Abraham Lincoln dalam sorotan, di tengah pertanyaan mengenai bagaimana Angkatan Laut AS menangani anggota yang menghadapi persoalan psikologis saat menjalankan tugas di kapal perang. []

Baca juga: Belati Washington di Belakang Kairo