Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Naftali Bennett: Israel Telah Kehilangan Amerika dan Dunia

Published

on

Mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengungkap adanya rencana penyelundupan perangkat Starlink ke Iran untuk mendukung jaringan oposisi dan memperluas komunikasi di luar infrastruktur resmi negara. (Foto: JNS)
Mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett memperingatkan posisi Israel di dunia semakin terisolasi di tengah tekanan internasional.

Media ABI, 23 Agustus 2026 — Mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett menyebut posisi Israel di dunia berada pada titik terendah sejak negara tersebut berdiri pada 1948. Dia memperingatkan bahwa Israel semakin terisolasi dan telah kehilangan dukungan Amerika Serikat serta banyak pihak di dunia.

Pernyataan itu disampaikan Bennett dalam konferensi keamanan di Tel Aviv dan dilaporkan Fars News Agency pada Minggu, 23 Agustus 2026.

“Kita telah kehilangan Amerika dan dunia,” kata Bennett.

Baca juga: Iran Siap Uji Sistem Senjata Baru di Medan Tempur

Bennett juga mengkritik pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang menurutnya gagal mencapai kemenangan dalam konflik yang dihadapi Israel.

“Pemerintah Netanyahu tidak tahu bagaimana memenangkan apa pun, tidak di Gaza, tidak di Lebanon,” ujarnya.

Menjelang pemilihan parlemen Israel, Bennett disebut sebagai salah satu pesaing utama Netanyahu. Dalam kesempatan tersebut, dia juga menyoroti lemahnya kemampuan pemerintah Israel menghadapi apa yang disebutnya sebagai “kampanye pengaruh” terhadap negara tersebut.

Kritik itu muncul ketika Israel masih menghadapi tekanan internasional akibat perang di Jalur Gaza dan serangan terhadap Lebanon sejak Oktober 2023.

Baca juga: Tak Bernyali Hadapi AS, Warga Syiah Teluk Diperkusi atas Nama Keamanan

Perang di Gaza telah menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar, memaksa penduduk mengungsi, serta menghancurkan berbagai infrastruktur. Perkembangan tersebut memicu kecaman dan demonstrasi di sejumlah negara.

Tekanan terhadap Israel juga datang dari sejumlah negara yang selama bertahun-tahun menjadi sekutu tradisionalnya. Sebagian di antaranya mulai mengambil jarak dari kebijakan pemerintah Israel.

Bagi Bennett, perubahan sikap internasional tersebut menunjukkan memburuknya posisi Israel di tengah konflik yang terus berlangsung di kawasan. []

Baca juga: Aksi Merah di Jantung Tel Aviv, Hadash Protes Kejahatan Israel di Palestina