Opini
Iran Memburu “Mata” Amerika di Teluk, Radar TPS-57 Al Dhafra Hancur

Media ABI, 21 Agustus 2026 — Gambar satelit yang memperlihatkan kerusakan pada radar AN/TPS-57 di Pangkalan Udara Al Dhafra, Uni Emirat Arab, menunjukkan bahwa serangan Iran dalam perang 40 hari tidak hanya menyasar posisi tempur Amerika Serikat dan sekutunya. Jaringan radar dan pemantauan udara yang menopang kemampuan Amerika melihat situasi medan perang juga menjadi sasaran.
Radar Al Dhafra Jadi Sasaran Serangan Iran
Menurut Fars News Agency pada Kamis (20/8/26), gambar satelit sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan memperlihatkan kerusakan pada beberapa situs radar dan fasilitas pengawasan udara. Salah satunya berada di Al Dhafra, tempat radar jarak jauh AN/TPS-57 ditempatkan.
Perbandingan gambar sebelum dan sesudah serangan menunjukkan perubahan mencolok pada lokasi radar tersebut. Sejumlah laporan menyebut TPS-57 di Al Dhafra hancur. Analisis terhadap gambar satelit dan video yang telah diverifikasi juga menunjukkan sedikitnya 10 situs radar Amerika Serikat dan sekutunya terkena serangan selama perang, meski tingkat kerusakan pada setiap lokasi tidak seluruhnya dapat dipastikan dari materi visual yang tersedia untuk publik.

Baca juga: Citra Satelit Perlihatkan Kerusakan Infrastruktur Militer AS akibat Serangan Iran
Makna serangan tersebut tidak berhenti pada hilangnya sebuah perangkat. Radar merupakan bagian dari infrastruktur yang digunakan Amerika Serikat dan sekutunya untuk memantau ruang udara, membangun kesadaran situasional, serta memberikan peringatan dini.
AN/TPS-57 merupakan radar taktis pengawasan udara tiga dimensi. Sumber teknis terbuka menyebut sistem tersebut menggunakan pemindaian mekanis pada arah horizontal dan pemindaian elektronik pada ketinggian. Sejumlah publikasi teknis mencantumkan jangkauan maksimum sekitar 300 mil dan jangkauan sekitar 240 mil terhadap sasaran dengan luas penampang radar satu meter persegi. Angka tersebut merupakan spesifikasi yang tersedia dalam sumber terbuka dan tidak dapat diperlakukan sebagai ukuran pasti untuk setiap konfigurasi atau kondisi operasional.
Fungsi radar tersebut mencakup pendeteksian sasaran, pembaruan pelacakan, serta penyampaian informasi posisi kepada jaringan komando dan kendali. Dalam operasi militer modern, informasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian deteksi, pelacakan, identifikasi dan penilaian, penyampaian data, pengambilan keputusan hingga respons.
Karena itu, nilai radar tidak hanya terletak pada kemampuan perangkat melihat sasaran dari jarak tertentu, tetapi juga pada data yang dihasilkannya untuk jaringan yang lebih luas.
Menekan Jaringan yang Menjadi Mata Amerika
Amerika Serikat tidak menggantungkan pengawasan udara kawasan pada satu radar. Jaringannya mencakup radar darat, pesawat peringatan dini, pesawat tempur, sistem pertahanan udara, pusat komando, jaringan komunikasi dan berbagai perangkat intelijen. Data dari berbagai sensor kemudian digabungkan untuk membentuk gambaran situasi udara.
Dengan arsitektur seperti itu, rusaknya satu radar tidak berarti seluruh jaringan pengawasan langsung lumpuh. Sensor lain masih dapat mengambil sebagian fungsi yang hilang. Persoalannya muncul ketika beberapa simpul mengalami gangguan sehingga beban pengawasan berpindah kepada sistem yang tersisa.
Kondisi tersebut dapat memaksa pihak yang terdampak mengganti atau memindahkan perangkat, meningkatkan perlindungan, menambah sensor, atau mengatur ulang cakupan jaringan. Dengan demikian, serangan terhadap radar tidak harus menghancurkan seluruh sistem untuk menghasilkan dampak operasional. Tekanan pada sejumlah simpul penting saja dapat meningkatkan biaya dan kebutuhan untuk mempertahankan kemampuan pengawasan pada tingkat yang sama.

Pentagon menyelidiki sejumlah kemungkinan sumber informasi yang diduga dapat membantu Iran meningkatkan ketepatan serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Baca juga: Citra Satelit Rekam Kehancuran Pangkalan AS di Yordania
Posisi Al Dhafra membuat persoalan tersebut semakin penting. Pangkalan tersebut merupakan salah satu pusat penting kehadiran militer Amerika Serikat di Uni Emirat Arab dan kawasan. Selama bertahun-tahun, pangkalan itu digunakan untuk berbagai operasi udara, intelijen, pengawasan, pengintaian, komando dan kendali.
Dalam konteks tersebut, TPS-57 bukan perangkat yang berdiri sendiri. Radar tersebut merupakan salah satu simpul dalam arsitektur pengawasan yang lebih luas dan menyediakan data bagi kemampuan Amerika Serikat mempertahankan kesadaran situasional di kawasan.
Laporan mengenai sedikitnya 10 situs radar yang terkena serangan memperluas gambaran tersebut. ABC News, berdasarkan analisis terhadap gambar dan video yang telah diverifikasi, mengidentifikasi sedikitnya 10 situs radar Amerika Serikat dan sekutunya yang menjadi sasaran sejak awal perang. Media tersebut juga mencatat bahwa tingkat kerusakan pada seluruh situs tidak dapat ditentukan secara pasti dari materi yang tersedia untuk publik.
Jika sejumlah simpul pengawasan memang terdampak, persoalannya tidak lagi berhenti pada satu radar yang rusak, melainkan menyangkut ketahanan jaringan secara keseluruhan.
Pertarungan untuk Melihat Medan Perang Lebih Dahulu
Dalam perang udara, keunggulan tidak hanya ditentukan oleh jumlah rudal atau pesawat. Kemampuan mendeteksi ancaman lebih awal, melacak pergerakannya dan menyampaikan informasi kepada pengambil keputusan turut menentukan waktu yang tersedia untuk merespons.
Ketika sebuah sensor keluar dari jaringan, sistem lain masih dapat bekerja. Namun, bergantung pada posisi sensor, kemampuan perangkat dan tingkat tumpang tindih cakupannya, hilangnya satu sumber informasi dapat memengaruhi cakupan pengawasan serta waktu respons di wilayah tertentu.
Karena itu, serangan terhadap radar dapat dipandang sebagai serangan terhadap salah satu mata rantai antara deteksi dan respons. Iran tidak harus menghancurkan seluruh jaringan pertahanan udara Amerika untuk menghasilkan dampak operasional. Menekan sejumlah simpul penting dapat memaksa jaringan bekerja dengan beban dan risiko yang lebih besar.
Dalam konteks ini kerusakan TPS-57 di Al Dhafra memperoleh arti yang lebih luas. Gambar satelit tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh jaringan pengawasan Amerika Serikat mengalami kegagalan. Namun, jika kerusakan radar tersebut ditempatkan bersama laporan mengenai serangan terhadap sejumlah situs radar lain, terlihat adanya tekanan terhadap infrastruktur yang menopang kemampuan pengawasan Amerika di kawasan.

Baca juga: Citra Satelit Tunjukkan Gudang Amunisi Pasukan Khusus AS di Yordania Remuk
Perang tersebut dengan demikian tidak hanya mempertemukan rudal, pesawat dan sistem pertahanan udara. Ada pertarungan lain yang berlangsung di belakangnya, yaitu perebutan kemampuan untuk melihat lebih dahulu.
Radar TPS-57 di Al Dhafra merupakan salah satu mata dalam jaringan tersebut. Ketika mata itu menjadi sasaran, yang dipertaruhkan bukan hanya sebuah perangkat, melainkan kemampuan jaringan untuk mempertahankan gambaran medan perang, memperingatkan ancaman dan menyediakan waktu bagi pengambil keputusan untuk bertindak.
Bagi Iran, serangan terhadap radar merupakan upaya menekan infrastruktur yang memungkinkan Amerika Serikat dan sekutunya melihat, memantau dan memahami medan perang. Dalam perang yang sangat bergantung pada informasi, mengganggu sebagian dari mata jaringan lawan dapat menjadi bagian penting dari upaya mengurangi keunggulan informasi yang selama ini menopang operasi mereka. []
Baca juga: Citra Satelit Tunjukkan Kerusakan Fasilitas Strategis AS akibat Serangan Iran







