Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Iran: Sanksi Tak Hentikan Pengembangan Kemampuan Dalam Negeri

Published

on

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Reza Talaei-Nik berbicara kepada para siswa sekolah kejuruan di Teheran tentang kemampuan dalam negeri dan peran generasi muda dalam membangun kekuatan nasional.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Reza Talaei-Nik berbicara kepada para siswa sekolah kejuruan di Teheran tentang kemampuan dalam negeri dan peran generasi muda dalam membangun kekuatan nasional.

Media ABI, 30 September 2026 — Iran kini mampu memenuhi sebagian besar kebutuhannya dengan mengandalkan kemampuan dalam negeri setelah 48 tahun menghadapi sanksi dan tekanan dari luar. Hal itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Pertahanan dan Dukungan Angkatan Bersenjata Iran, Brigadir Jenderal Reza Talaei-Nik, saat berbicara di hadapan para siswa sebuah sekolah kejuruan putra di Teheran, sebagaimana dilaporkan Fars News Agency pada Rabu (30/9/2026).

Baca juga: Laporan Media Barat Menguatkan Isi Surat IRGC kepada Rakyat Amerika

Talaei-Nik mengatakan kondisi Iran sebelum Revolusi Islam berbeda jauh dengan keadaan sekarang. Ketika itu, banyak bidang masih sangat bergantung pada luar negeri. Namun, pengalaman menghadapi sanksi selama puluhan tahun mendorong Iran mengembangkan kapasitas sendiri dengan mengandalkan ilmuwan, tenaga ahli, generasi muda, serta sumber daya yang tersedia di dalam negeri.

Ia mengatakan saat ini lebih dari 1.000 jenis produk dan layanan telah diproduksi di Iran, sementara sebagian produk dan teknologi tersebut bahkan telah mampu diekspor. Menurut Talaei-Nik, capaian itu merupakan hasil investasi pada sumber daya manusia, pengetahuan, pengalaman, dan kemauan nasional.

“Tekanan dan sanksi dari luar tidak mampu menghentikan perjalanan Iran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Talaei-Nik juga menyinggung peran masyarakat dalam melewati berbagai periode sulit. Ia menyebut keterlibatan rakyat, keyakinan, persatuan nasional, dan kepemimpinan sebagai faktor yang menurutnya berperan dalam keberhasilan Iran menghadapi Perang Iran-Irak dan sejumlah fase penting lainnya.

Ia mengingat kembali perintah Imam Khomeini untuk mengerahkan masyarakat dalam pertahanan negara. Menurut Talaei-Nik, keterlibatan rakyat dalam mempertahankan negara menjadi salah satu contoh penting peran masyarakat dalam menghadapi situasi sulit.

Baca juga: Pejabat Saudi Bantah Bertemu Netanyahu di Abu Dhabi

Talaei-Nik menilai kemampuan ilmiah dan teknologi akan semakin menentukan kekuatan Iran pada masa mendatang. Karena itu, ia meminta generasi muda untuk terus mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan teknologi agar kemampuan yang telah dibangun selama ini tidak berhenti pada satu generasi.

Ia juga menyinggung konflik dan perkembangan terbaru di kawasan. Menurutnya, Republik Islam Iran tetap menekankan penghentian konflik dan terciptanya perdamaian, tetapi pada saat yang sama akan mempertahankan hak, keamanan, dan kepentingan negaranya.

“Jika pihak lawan menerima kondisi dan hak-hak sah Iran, jalan untuk mengakhiri konflik akan terbuka,” ujarnya. Namun, ia menegaskan bahwa Iran tidak akan membiarkan hak dan kepentingannya diabaikan.

Berbicara mengenai generasi muda, Talaei-Nik mengatakan melanjutkan perjuangan para syuhada tidak hanya berkaitan dengan medan militer. Belajar dengan sungguh-sungguh, menguasai keterampilan, mengembangkan ilmu pengetahuan, berinovasi, berwirausaha, dan ikut menyelesaikan persoalan negara juga merupakan bagian dari tanggung jawab tersebut.

Baca juga: Surat IRGC kepada Rakyat Amerika, dari Perang Iran hingga Masa Depan Hubungan Kedua Negara

Ia menegaskan bahwa kekuatan nasional tidak hanya dibangun melalui peralatan militer. Iran, menurut Talaei-Nik, memiliki kapasitas di bidang politik, militer, budaya, sosial, ilmu pengetahuan, dan teknologi yang perlu terus dipelihara dan dikembangkan.

“Peralatan militer dan kekuatan pertahanan merupakan sarana untuk menjaga keamanan negara sekaligus menciptakan ruang bagi kemajuan ilmu pengetahuan, ekonomi, sosial, dan budaya,” kata Talaei-Nik.

Talaei-Nik mengatakan masa depan Iran bergantung pada kemampuan generasi muda dalam mengembangkan pengetahuan, menjaga semangat nasional, dan bekerja untuk membangun negara yang kuat, mandiri, dan maju. []

Baca juga: Kedubes Iran Bantah Laporan Teheran Siapkan Operasi Maritim di Asia, Selat Malaka dan Tanjung Priok