Opini
Laporan Media Barat Menguatkan Isi Surat IRGC kepada Rakyat Amerika

MEDIA ABI, 30 September 2026 — Berapa mahal perang dengan Iran bagi Amerika Serikat? Pertanyaan itu tidak hanya berkaitan dengan nilai persenjataan dan anggaran operasi militer. Kerusakan pada pesawat, drone, pangkalan, radar, hanggar hingga fasilitas komunikasi menunjukkan bahwa biaya perang juga menyentuh jaringan militer Amerika yang tersebar di berbagai negara Timur Tengah.
Persoalan tersebut kembali muncul setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menerbitkan surat kepada rakyat Amerika melalui Sepah News pada 29 September 2026. Dalam surat itu, IRGC menyebut lebih dari 200 drone strategis, 12 pesawat tanker dan angkut, 30 jet tempur serta sedikitnya satu pesawat AWACS telah hancur. Puluhan helikopter, sistem radar dan pertahanan udara juga disebut terkena dampak. Lebih dari 350 unit fasilitas dan infrastruktur pangkalan militer Amerika diklaim mengalami kehancuran. IRGC bahkan menyatakan kemampuan operasional 18 pangkalan Amerika di kawasan sempat mendekati titik nol.
Baca juga: China Bantah Beri Citra Satelit kepada Iran
Gambaran mengenai kerusakan tersebut telah muncul dalam sejumlah laporan media Barat. The Washington Post dan BBC Verify menggunakan citra satelit serta materi visual untuk menelusuri dampak serangan terhadap fasilitas militer Amerika. Meski angka yang ditemukan kedua media itu berbeda, keduanya memperlihatkan bahwa dampak serangan menjangkau fasilitas militer, bukan hanya pesawat dan drone.

Pesawat Boeing E-3 Sentry di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi, mengalami kerusakan setelah serangan rudal dan drone Iran.
Citra satelit menunjukkan kerusakan yang tersebar
The Washington Post dalam laporan berjudul “Iran has hit far more U.S. military assets than reported, satellite images show“, yang ditulis Evan Hill, Jarrett Ley, Alex Horton, Tara Copp, dan Dan Lamothe pada 6 Mei 2026 dan diperbarui 7 Mei 2026, mengidentifikasi 228 struktur dan peralatan yang rusak atau hancur di 15 fasilitas militer Amerika.
Laporan tersebut menggunakan lebih dari 100 citra satelit resolusi tinggi. Sebanyak 109 citra diverifikasi melalui perbandingan dengan citra dari sumber Eropa dan penyedia komersial, termasuk Planet.
Mark Cancian, analis pertahanan yang dikutip The Washington Post, menilai serangan terhadap sejumlah fasilitas tersebut menunjukkan tingkat ketepatan yang tinggi.
Temuan serupa muncul dalam laporan BBC Verify berjudul “Iran attacks damage 20 US military sites since start of war, satellite images show“, yang ditulis Merlyn Thomas, Alex Murray, dan Matt Murphy pada 1 Juni 2026. BBC Verify menemukan kerusakan di sedikitnya 20 situs militer Amerika yang tersebar di delapan negara.
Dua laporan tersebut memberikan gambaran mengenai luasnya dampak serangan. Fasilitas militer yang tersebar di sejumlah negara ikut menjadi bagian dari medan konflik.

The Washington Post dan BBC Verify mengungkap kerusakan fasilitas militer Amerika di berbagai lokasi setelah serangan Iran.
Pesawat dan drone ikut menanggung dampaknya
Laporan Inspektur Jenderal Pentagon pada September 2026 mencatat empat F-15E, satu F-35A, dan satu A-10 yang hancur atau mengalami kerusakan berat. Laporan yang sama mencatat 12 pesawat tanker KC-135 dan sembilan pesawat lain dalam daftar kerugian atau kerusakan.
Jika seluruh kategori tersebut dihitung, terdapat sedikitnya 27 pesawat dalam daftar yang dicatat Pentagon IG. Angka itu berbeda dengan klaim IRGC mengenai 30 jet tempur. Laporan yang sama juga mengutip Congressional Research Service (CRS) yang mencatat lebih dari 30 drone MQ-9 hilang hingga Juni.
Baca juga: Citra Satelit Rekam Jejak Hantaman Rudal Iran di Pangkalan AS di Yordania
Reuters melaporkan kerusakan di Pangkalan Udara Muwaffaq al-Salti, Yordania. Satu A-10 mengalami kerusakan berat hingga kehilangan bagian sayap, sementara sekitar delapan F-15 dilaporkan mengalami kerusakan.
CRS sendiri mencatat 42 pesawat Amerika dalam kategori rusak atau hilang.
Yang rusak bukan hanya pesawat
Kerugian perang juga terlihat pada infrastruktur yang menopang operasi militer. Pangkalan udara dan fasilitas militer Amerika mencakup hanggar, radar, sistem komunikasi, fasilitas bahan bakar, pertahanan udara dan pusat komando.
Dalam suratnya, IRGC menyebut lebih dari 350 unit fasilitas dan infrastruktur pangkalan Amerika mengalami kehancuran. The Washington Post mengidentifikasi 228 struktur dan peralatan yang rusak atau hancur. Laporan Pentagon IG juga mencatat kerusakan pada ratusan bangunan dan struktur, termasuk fasilitas diplomatik dengan nilai kerusakan sekitar US$184 juta.
The Washington Post menggambarkan persoalan tersebut sebagai pilihan sulit bagi perencana militer Amerika, antara memindahkan pasukan dari sejumlah fasilitas atau tetap menempatkan personel di lokasi yang berada dalam jangkauan serangan.
Naval Support Activity Bahrain, misalnya, mengalami kerusakan yang kemudian mendorong pemindahan fungsi komando ke Amerika Serikat. Maximilian Bremer, pakar kekuatan udara yang dikutip dalam laporan tersebut, menyoroti dampak kerusakan fasilitas terhadap kemampuan operasi militer dalam jangka lebih panjang.

Kerusakan pesawat, drone dan infrastruktur militer menambah beban biaya yang harus ditanggung Amerika akibat perang dengan Iran.
Pertanyaan yang kembali kepada rakyat Amerika
Angka kerusakan pesawat, drone dan pangkalan pada akhirnya membawa persoalan perang kembali kepada biaya yang harus ditanggung Amerika Serikat. Perbaikan fasilitas, penggantian alutsista, pemindahan personel, penguatan pertahanan pangkalan dan penataan ulang jaringan logistik semuanya membutuhkan sumber daya.
Baca juga: Citra Satelit Perlihatkan Kerusakan Infrastruktur Militer AS akibat Serangan Iran
Surat IRGC kepada rakyat Amerika menempatkan persoalan tersebut dalam kerangka yang lebih luas. Perang tidak hanya menghasilkan kerugian di medan tempur, tetapi juga meninggalkan biaya yang harus dibayar setelah serangan berhenti.
Jaringan pangkalan militer yang luas memberi Amerika kemampuan untuk memproyeksikan kekuatan di kawasan. Pada saat yang sama, jaringan tersebut juga menjadi bagian dari infrastruktur yang harus dipertahankan ketika menghadapi serangan.
Pada akhirnya, persoalannya bukan hanya berapa banyak pesawat atau drone yang hilang. Ada biaya untuk memulihkan fasilitas, menata kembali penempatan personel, memperkuat pertahanan pangkalan dan menjaga keberlangsungan operasi. Semua itu menjadi bagian dari konsekuensi perang yang pada akhirnya harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat Amerika. []
Baca juga: Citra Satelit Tunjukkan Gudang Amunisi Pasukan Khusus AS di Yordania Remuk







