Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Kedubes Iran Bantah Laporan Teheran Siapkan Operasi Maritim di Asia, Selat Malaka dan Tanjung Priok

Published

on

Dubes Iran Mohammad Boroujerdi menjelaskan perkembangan rencana kunjungan Menlu RI Sugiono ke Iran saat menerima tamu di kediamannya di Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta membantah laporan mengenai dugaan persiapan operasi maritim Iran di Selat Malaka dan Tanjung Priok.

Media ABI, 25 September 2026 – Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia mengeluarkan pernyataan resmi menyikapi penyebaran ulang laporan Iran International berjudul “Iran Sedang Mempersiapkan Operasi Maritim di Asia, dengan Fokus pada Selat Malaka dan Tanjung Priok”. Kedubes Iran membantah isi laporan tersebut dan menyebutnya tidak berdasar serta tidak dapat diverifikasi.

Baca juga: Media Ibrani: Bahkan Yahudi Amerika Ingin Bantuan untuk Israel Dihentikan

Menurut Sindonews pada 25 September 2026, Kedubes Iran di Jakarta menolak tegas informasi yang dimuat dalam laporan tersebut.

“Konten yang diangkat dalam laporan ini tidak memiliki kebenaran, kredibilitas, transparansi, dan tidak dapat diverifikasi,” demikian pernyataan Kedubes Iran.

Kedubes Iran juga menyoroti penyebaran ulang laporan tersebut oleh sejumlah media Indonesia yang mengutip Iran International. Dalam pernyataannya, Kedubes menyebut Iran International sebagai media yang dikenal menentang Republik Islam Iran dan menuduh media tersebut memperoleh dukungan serta pendanaan dari Israel.

Kedubes Iran menilai publikasi ulang laporan tersebut oleh sejumlah media Indonesia telah menyimpang dari etika jurnalistik profesional dan berpotensi merugikan reputasi media yang menerbitkannya.

“Publikasi ulang laporan tidak berdasar ini oleh sejumlah media Indonesia dengan mengutip jaringan Iran International, media penentang Republik Islam Iran paling terkenal, yang didukung dan didanai oleh Rezim Zionis Israel serta memiliki sikap yang keliru dan sangat bermusuhan terhadap Republik Islam Iran, merupakan tindakan yang menyimpang dari etika jurnalistik profesional dan dapat merusak reputasi media-media yang memublikasikannya secara serius,” kata Kedubes Iran.

Baca juga: Hegseth Murka dengan Laporan Washington Post soal Korban Perang Iran

Pernyataan tersebut juga mengaitkan penyebaran laporan dengan posisi politik luar negeri Indonesia. Menurut Kedubes Iran, pemberitaan tersebut tidak sejalan dengan kebijakan Indonesia yang menganut politik luar negeri bebas aktif serta hubungan persahabatan dan persaudaraan antara Indonesia dan Iran.

“Tindakan media yang menyebarluaskan laporan ini sejalan dengan sikap bermusuhan para penentang Republik Islam Iran dan bertentangan dengan kebijakan umum Indonesia yang menganut Politik Bebas-Aktif serta hubungan persahabatan dan persaudaraan dengan Republik Islam Iran,” demikian pernyataan tersebut.

Kedubes Iran selanjutnya menyoroti dampak yang dinilainya dapat ditimbulkan oleh penyebaran laporan tersebut terhadap hubungan Indonesia dan Iran. Menurut Kedubes, penyebaran informasi yang dinilai tidak berdasar itu berpotensi mengganggu hubungan historis dan persahabatan kedua negara.

“Tujuan dari penyebaran laporan tidak berdasar semacam ini adalah merusak hubungan historis dan bersahabat antara dua negara Muslim besar, yaitu Republik Islam Iran dan Republik Indonesia,” tegas Kedubes Iran. []

Baca juga: Perang Iran Telan US$43,6 Miliar, Kerusakan Pangkalan Belum Terhitung