Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Seruan “Ya Husain” Menggema di Tengah Gemerlap Pencakar Langit New York

Published

on

Ribuan pecinta Imam Husain a.s. memadati jalan-jalan Manhattan dalam peringatan Hari Husain (Hussain Day), membawa pesan Asyura tentang keadilan, keberanian, dan kemuliaan manusia ke jantung Kota New York di tengah gemerlap pencakar langit dunia.
Para pecinta Imam Husain a.s. memadati jalan-jalan Manhattan dalam peringatan Hari Husain (Hussain Day), membawa pesan Asyura tentang keadilan, keberanian, dan kemuliaan manusia ke jantung Kota New York di tengah gemerlap pencakar langit dunia. (Foto: IRNA)

Ahlulbait Indonesia, 22 Juni 2026 — Di tengah hutan beton Manhattan yang menjulang ke langit dan denyut kota yang nyaris tak pernah berhenti, sebuah seruan yang lahir lebih dari empat belas abad silam kembali menggema. Di antara lalu-lalang manusia dari berbagai penjuru dunia, nama Husain kembali disebut dan dikenang: “Ya Husain.”

Bertepatan dengan bulan Muharam, jalan-jalan Manhattan kembali menjadi lokasi penyelenggaraan acara tahunan “Hari Husain” (Hussain Day), sebuah kegiatan yang menghadirkan nama dan pesan Imam Husain a.s. ke ruang publik salah satu kota paling sibuk dan paling berpengaruh di dunia.

Baca juga: Delegasi Iran Tinggalkan Perundingan Swiss sebagai Protes atas Ancaman Trump

Menurut laporan Kantor Berita IRNA pada Minggu (21/6/2026), para pecinta Imam Husain a.s. dan para syuhada Karbala membawa pesan Asyura keluar dari ruang-ruang komunitas menuju jantung Kota New York, menjadikannya bagian dari denyut kehidupan sehari-hari masyarakat metropolitan.

Meski tidak tercatat dalam kalender resmi Amerika Serikat, “Hari Husain” dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi salah satu agenda tetap masyarakat Muslim selama bulan Muharam di New York.

Seruan “Ya Husain” yang bergema di sela-sela gedung pencakar langit Manhattan seolah menegaskan bahwa Karbala bukanlah kisah yang terpenjara oleh ruang dan waktu. Nilai-nilai keadilan, keberanian moral, pencarian kebenaran, dan penghormatan terhadap martabat manusia yang diperjuangkan Imam Husain a.s. terus menemukan maknanya di berbagai belahan dunia.

Seruan "Ya Husain" menggema di jantung Manhattan saat ribuan Muslim memperingati Hari Husain dan membawa pesan Karbala ke ruang publik New York.

Seruan “Ya Husain” menggema di jantung Manhattan saat ribuan Muslim memperingati Hari Husain dan membawa pesan Karbala ke ruang publik New York. (Foto: IRNA)

Jemaah dari berbagai bangsa dan latar budaya memadati kawasan Manhattan untuk mengikuti peringatan tersebut. Laki-laki dan perempuan, orang tua, pemuda, hingga anak-anak berjalan bersama dalam suasana duka dan penghormatan kepada cucu Rasulullah SAW, membentuk lautan manusia yang dipersatukan oleh kecintaan yang sama.

Di tengah lautan jemaah yang memadati Manhattan, tampak Duta Besar dan Wakil Tetap Republik Islam Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir Saeid Iravani, Wakil Kepala Perwakilan Iran untuk PBB, Gholamhossein Dehghani, serta sejumlah diplomat Iran lainnya bersama keluarga mereka.

Pada salah satu rangkaian acara, salat Zuhur dan Asar berjamaah dilaksanakan di ruang terbuka Manhattan oleh Muslim dari berbagai negara. Di tengah riuh lalu lintas dan gemuruh kota, saf-saf salat yang tertata menghadirkan pemandangan yang kontras sekaligus menyentuh, ketenangan spiritual di tengah salah satu pusat aktivitas tersibuk dunia.

Baca juga: Foto Pemakaman 168 Pelajar Minab Korban Serangan AS Raih Penghargaan Foto Jurnalistik Terbaik Dunia

Mereka juga menggelar prosesi duka dalam berbagai bahasa dan tradisi budaya. Keragaman itu berpadu dalam satu titik temu yang sama, yakni kecintaan kepada Imam Husain a.s. dan nilai-nilai yang beliau perjuangkan.

Pihak kepolisian dan aparat keamanan New York turut mengawal jalannya kegiatan guna memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung tertib dan aman.

Sejumlah komunitas yang terlibat dalam peringatan tersebut membagikan makanan dan minuman kepada masyarakat dan pejalan kaki yang melintas. Di tengah hangatnya musim panas New York, kegiatan tersebut menghadirkan suasana kebersamaan dan kepedulian sosial yang terasa akrab bahkan bagi mereka yang baru pertama kali menyaksikannya.

Selain itu, para relawan membagikan brosur yang menjelaskan peristiwa Karbala serta dimensi sejarah dan kemanusiaan dari kebangkitan Imam Husain a.s. Upaya tersebut menjadi jembatan untuk memperkenalkan pesan Asyura kepada masyarakat non-Muslim dan para wisatawan yang berada di lokasi.

Salah satu pemandangan yang menarik perhatian adalah kehadiran keluarga-keluarga dari berbagai negara yang membawa anak-anak mereka mengikuti kegiatan tersebut. Dengan membawa bendera dan simbol-simbol Asyura, anak-anak berjalan bersama orang tua mereka, mengenal peristiwa Karbala melalui pengalaman langsung di tengah kehidupan Kota New York. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa Asyura bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga tentang mewariskan nilai kepada generasi yang akan datang. []

Baca juga: Kisah Pilot Iran Menembus Pertahanan Udara dalam Operasi terhadap Pangkalan AS di Kuwait