Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Iran Rilis Puing Drone Amerika dan Israel yang Ditembak Jatuh IRGC

Published

on

Dokumentasi terbaru memperlihatkan puing MQ-1C Gray Eagle, MQ-9 Reaper, dan Hermes 900 yang dihancurkan IRGC.
Iran mempublikasikan puing drone MQ-1C Gray Eagle, MQ-9 Reaper, dan Hermes 900 yang ditembak jatuh Pasukan Dirgantara IRGC. (Foto: Mehr News Agency)

Ahlulbait Indonesia, 7 Agustus 2026 – Iran mempublikasikan dokumentasi terbaru yang menampilkan puing-puing drone militer Amerika Serikat dan Israel yang berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara terbaru milik Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Baca juga: Trump Buntu, Gedung Putih Terjerat Kekacauan Politik

Menurut laporan Mehr News pada Jumat (7/8/2026), puing-puing tersebut merupakan hasil operasi pencegatan terhadap sejumlah pesawat nirawak yang menjalankan misi pengintaian dan operasi militer.

Dokumentasi yang dirilis memperlihatkan bagian-bagian penting dari beberapa drone canggih, termasuk badan drone pengintai-tempur MQ-1C Gray Eagle milik Amerika Serikat, mesin turboprop Honeywell TPE331 yang menjadi penggerak MQ-9 Reaper, serta puing drone pengintai-tempur Hermes 900 buatan Israel.

Dokumentasi terbaru memperlihatkan puing MQ-1C Gray Eagle, MQ-9 Reaper, dan Hermes 900 yang dihancurkan IRGC.

Dokumentasi terbaru memperlihatkan puing MQ-1C Gray Eagle, MQ-9 Reaper, dan Hermes 900 yang dihancurkan IRGC. (Foto: Mehr News Agency)

Baca juga: Yaman Ancam Saudi dengan Kehancuran Rezim Jika Intervensi Berlanjut

Rilis tersebut menjadi bukti visual atas keberhasilan Pasukan Dirgantara IRGC dalam mendeteksi, mencegat, dan menghancurkan drone-drone berteknologi tinggi yang memasuki wilayah operasionalnya. Temuan ini sekaligus menampilkan jenis platform udara yang berhasil dilumpuhkan dalam operasi pertahanan tersebut.

Mehr News menegaskan bahwa seluruh puing yang ditampilkan berasal dari drone Amerika Serikat dan Israel yang berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara terbaru Pasukan Dirgantara IRGC. []

Baca juga: Arab Saudi Terjebak dalam Jalan Buntu Strategis