Internasional
Yaman kepada Saudi: Pakta Makkah Tak Akan Mengubah Apa Pun

Ahlulbait Indonesia, 7 Agustus 2026 – Penandatanganan Pakta Makkah, aliansi pertahanan baru antara Arab Saudi, Turki, dan Pakistan, langsung memicu respons keras dari Yaman. Ketua Dewan Politik Tertinggi Yaman, Mahdi al-Mashat, menegaskan bahwa kesepakatan tersebut tidak akan mengubah keseimbangan konflik maupun menggoyahkan posisi negaranya.
Dikutip Tasnim News pada Jumat (7/8/2026), Al-Mashat menyatakan pakta pertahanan itu tidak akan memengaruhi perkembangan di lapangan. Menurutnya, strategi “blokade dibalas dengan blokade” akan tetap diberlakukan hingga tujuan Yaman tercapai.

Mahdi al-Mashat menyatakan strategi “blokade dibalas dengan blokade” akan terus berlanjut hingga tujuan Yaman tercapai.
Baca juga: Iran Rilis Puing Drone Amerika dan Israel yang Ditembak Jatuh IRGC
Ia juga memperingatkan Pakistan dan Turki agar tidak terlibat dalam agresi yang dipimpin Arab Saudi terhadap Yaman. Al-Mashat menegaskan, setiap negara yang berpartisipasi dalam serangan maupun blokade yang telah berlangsung selama 12 tahun akan dipandang sebagai pihak agresor, apa pun alasan yang digunakan untuk membenarkan keterlibatan tersebut.
Kepada Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dan para pemimpin Kerajaan Saudi, Al-Mashat menyampaikan pesan yang tak kalah keras. “Sekalipun Anda mengerahkan seluruh dunia, itu tidak akan membawa manfaat apa pun bagi Anda,” katanya.
Ia menambahkan, jalan menuju perdamaian yang adil, bermartabat, dan dilandasi hubungan bertetangga yang baik jauh lebih ringan biayanya dibandingkan mempertahankan perang dan kebijakan agresi.
Baca juga: Ansarullah: “Blokade Dibalas Blokade”, Jutaan Warga Yaman Nyatakan Dukungan
Sebelumnya, Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menandatangani perjanjian pertahanan bersama yang diberi nama Pakta Makkah pada Jumat (7/8/2026). Menurut Riyadh, perjanjian tersebut bertujuan memperkuat kerja sama pertahanan dan keamanan di kawasan. []
Baca juga: Yaman Dukung Irak Hadapi Ancaman Arab Saudi






