Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Sekitar 700 Tentara AS Alami Cedera Otak Akibat Serangan Iran

Published

on

Personel militer Amerika Serikat di salah satu pangkalan kawasan Timur Tengah di tengah sorotan atas laporan Associated Press mengenai ratusan kasus cedera otak akibat serangan Iran.
Personel militer Amerika Serikat di salah satu pangkalan kawasan Timur Tengah di tengah sorotan atas laporan Associated Press mengenai ratusan kasus cedera otak akibat serangan Iran. (Foto: AP)

Ahlulbait Indonesia, 8 Agustus 2026 – Kantor Berita Associated Press (AP) melaporkan hampir 700 personel militer Amerika Serikat mengalami cedera dalam serangan rudal dan pesawat nirawak Iran terhadap pangkalan militer AS di Timur Tengah serta dalam sejumlah konflik lain. Mayoritas korban dilaporkan menderita cedera otak traumatis.

Mengutip laporan Kantor Berita Mehr pada Jumat (7/8/26), AP menyatakan dampak jangka panjang cedera otak traumatis memunculkan kekhawatiran baru mengenai konsekuensi perang bagi personel militer Amerika yang terlibat dalam konflik tanpa akhir yang jelas.

Baca juga: Iran Bongkar Jaringan Mossad di Kerman, 21 Orang Ditangkap

Menurut laporan tersebut, hampir 700 anggota militer AS terluka akibat serangan rudal dan pesawat nirawak yang menghantam pangkalan mereka di Timur Tengah serta dalam insiden konflik lainnya. Berdasarkan pernyataan resmi para pejabat militer, sebagian besar korban mengalami cedera otak traumatis dan kemudian kembali bertugas.

AP juga menyoroti bahwa cedera yang pada awalnya tampak ringan dapat menimbulkan dampak bertahun-tahun kemudian, termasuk gangguan daya ingat, sakit kepala kronis, pusing, dan penurunan fungsi kognitif.

Laporan itu terbit setelah juru bicara senior Pentagon, Sean Parnell, bulan lalu menyebut sebagian besar kasus tersebut sebagai “cedera otak ringan”. Penilaian itu disebut berbeda dengan pandangan sejumlah sumber medis dan temuan yang dipaparkan dalam laporan lapangan. []

Baca juga: CNN: AS Habiskan 80 Persen Rudal Pencegat dalam Perang Iran