Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

CNN: AS Habiskan 80 Persen Rudal Pencegat dalam Perang Iran

Published

on

Sistem pertahanan udara THAAD dan rudal Patriot menjadi sorotan setelah CNN melaporkan sebagian besar persediaannya telah digunakan selama perang melawan Iran.
Sistem pertahanan udara THAAD dan rudal Patriot menjadi sorotan setelah CNN melaporkan sebagian besar persediaannya telah digunakan selama perang melawan Iran. (Foto: IRNA)

Ahlulbait Indonesia, 6 Agustus 2026 – CNN melaporkan militer Amerika Serikat telah menghabiskan sekitar 80 persen persediaan rudal pencegat utama selama perang melawan Iran. Laporan itu menyebut berkurangnya stok amunisi kembali menjadi perhatian menjelang keputusan Presiden Donald Trump membatalkan rencana serangan baru terhadap Teheran.

Baca juga: Financial Times: Serangan AS Gagal Lumpuhkan Kekuatan Rudal Iran

Menurut laporan CNN yang dikutip IRNA pada Kamis (6/8/2026), dua sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan militer Amerika telah menggunakan hampir empat perlima persediaan rudal sistem pertahanan udara THAAD serta hampir setengah stok rudal pencegat Patriot sejak perang dimulai.

Pusat Studi Strategis dan Internasional atau CSIS memperkirakan Amerika memiliki sekitar 2.200 rudal Patriot dari dua varian modern dan 452 rudal THAAD sebelum perang melawan Iran pecah.

Persediaan amunisi kembali menjadi perhatian sebelum Trump memutuskan membatalkan serangan lanjutan terhadap Iran. Menurut laporan tersebut, hal itu menjadi sedikitnya kali kedua dalam beberapa pekan terakhir ketika para penasihat militer senior menyampaikan kekhawatiran mengenai menipisnya persediaan amunisi strategis Amerika.

Baca juga: Arab Saudi Diam soal Syarat Trump untuk Normalisasi dengan Israel

Seorang pejabat yang mengetahui persoalan itu juga mengatakan militer Amerika telah menggunakan hampir seluruh persediaan senjata presisi jarak jauh dan rudal darat ke udara selama konflik berlangsung.

Sebelumnya, Reuters juga melaporkan Amerika hampir menghabiskan seluruh rudal presisi jarak jauhnya dalam perang melawan Iran.

Menurut Reuters, persenjataan tersebut terutama terdiri atas rudal permukaan ke permukaan Army Tactical Missile System atau ATACMS dan Precision Strike Missile atau PrSM. Mengutip dua sumber, Reuters menyebut hampir seluruh persediaan kedua sistem rudal itu telah digunakan. []

Baca juga: Iran Peringatkan Inggris akan Menjadi Sasaran Berikutnya jika Dukung AS