Internasional
Survei CBS: 78 Persen Warga Amerika Ingin Konflik dengan Iran Segera Berakhir

Ahlulbait Indonesia, 22 Juni 2026 — Mayoritas warga Amerika Serikat menginginkan konflik dengan Iran segera diakhiri. Survei terbaru CBS News/YouGov menunjukkan 78 persen responden mendukung penghentian konflik, sementara sebagian besar lainnya menilai perang terhadap Iran tidak sebanding dengan biaya dan dampak yang ditimbulkannya.
Temuan tersebut terungkap dalam survei CBS News/YouGov yang dilakukan pada 17–19 Juni 2026 terhadap 2.519 warga dewasa Amerika Serikat.
Baca juga: Delegasi Iran Tinggalkan Perundingan Swiss sebagai Protes atas Ancaman Trump
Menurut hasil survei yang dilansir Farsnews Agency pada Senin (22/6/2026), sebanyak 78 persen responden menginginkan berakhirnya konflik dengan Iran secepat mungkin. Sementara itu, 69 persen responden menilai serangan terhadap Iran tidak sebanding dengan biaya yang harus ditanggung Amerika Serikat.
Laporan CBS News juga menunjukkan bahwa banyak warga Amerika merasakan dampak ekonomi dari konflik tersebut, terutama melalui kenaikan harga energi dan bahan bakar. Karena itu, sebagian besar responden berharap situasi yang lebih stabil dapat membantu menekan kembali biaya hidup.


Meski konflik mulai mereda, mayoritas responden tidak meyakini bahwa Amerika Serikat berhasil mencapai tujuan strategisnya. Sebanyak 69 persen warga Amerika menilai program nuklir Iran tidak berhasil dihentikan secara permanen.
Pandangan serupa juga terlihat di kalangan pendukung Presiden Donald Trump. Menurut survei tersebut, sebagian pemilih Partai Republik masih meragukan bahwa tujuan utama operasi terhadap Iran telah tercapai.
Baca juga: Ancaman Trump Hentikan Perundingan Swiss, Kelanjutan Negosiasi Masih Belum Jelas
Survei itu juga menunjukkan rendahnya tingkat keyakinan publik terhadap hasil yang diperoleh pemerintah Amerika Serikat. Hanya 22 persen responden yang menilai nota kesepahaman yang dicapai menguntungkan bagi Amerika.


Penilaian terhadap operasi militer juga tidak terlalu positif. Hanya 37 persen responden yang menganggap operasi militer terhadap Iran berhasil. Angka tersebut bahkan lebih rendah ketika dikaitkan dengan manfaat strategis dan ekonomi, masing-masing hanya 29 persen dan 28 persen.
Sebaliknya, 57 persen warga Amerika berpendapat bahwa konflik dengan Iran lebih banyak menimbulkan persoalan baru daripada menyelesaikan masalah yang ada.
Temuan ini muncul di tengah meningkatnya perdebatan di Amerika Serikat mengenai biaya ekonomi dan dampak geopolitik dari konfrontasi dengan Iran. Sejumlah politisi dan analis Amerika sebelumnya telah menyampaikan keberatan terhadap aksi militer tersebut serta memperingatkan risiko yang dapat muncul jika konflik kembali meningkat di masa mendatang. []
Baca juga: Anak-anak Perempuan, Nikmat Tuhan yang Tidak Dihargai Kaum Jahiliah







