Ikuti Kami Di Medsos

Nasional

Arbain Imam Husain di Bandung: Spirit Karbala dan Tabyin Sayyidah Zainab

Published

on

Ustadz Abdullah Som mengajak umat menghidupkan spirit Karbala melalui jihad tabyin Sayyidah Zainab.
Ustadz Abdullah Som mengajak umat menghidupkan spirit Karbala melalui jihad tabyin Sayyidah Zainab.

Bandung, 7 Agustus 2026 – Sekitar 700 jamaah dari berbagai daerah di Jawa Barat menghadiri Peringatan Arbain Imam Husain a.s. 1448 H yang digelar di Kota Bandung, Selasa (4/8). Majelis yang berlangsung khusyuk itu tidak hanya menjadi ruang mengenang 40 hari kesyahidan cucu Rasulullah SAW, tetapi juga menghadirkan refleksi tentang relevansi perjuangan Karbala dalam menghadapi tantangan umat Islam pada masa kini.

Sejak awal acara, suasana religius terasa menyelimuti majelis. Rangkaian kegiatan diawali dengan tilawah Al-Qur’an, dilanjutkan lantunan maqtam, ceramah hikmah Arbain, pembacaan maqtal, tabaruk Arbain, hingga ditutup dengan Doa Ziarah Arbain.

Baca juga: Menapaki Jejak Arbain, Darmaaji Tempuh 38 Kilometer Berjalan Kaki dari Kudus ke Jepara

Nuansa emosional semakin terasa ketika Affendy dan Sayyid Ridho Syueb membawakan maqtam, disusul pembacaan maqtal oleh Ustadz Ahmad Baraqbah yang mengisahkan detik-detik perjuangan Imam Husain a.s. di Padang Karbala. Sejumlah jamaah tampak larut dalam suasana duka dan perenungan atas pesan pengorbanan, keadilan, serta keteguhan yang menjadi inti peristiwa Asyura.

Pengatur acara, Syahrul, mengatakan bahwa peringatan Arbain bukan hanya mengenang kesyahidan Imam Husain a.s., melainkan momentum untuk memperkuat komitmen meneladani nilai-nilai perjuangan Karbala dalam kehidupan bermasyarakat.

“Arbain mengingatkan kita bahwa keimanan, keberanian, keadilan, dan pengorbanan bukan hanya bagian dari sejarah, melainkan nilai yang harus terus dihidupkan,” ujarnya.

Dalam ceramah hikmah Arbain, Ustadz Abdullah Som menegaskan bahwa Karbala merupakan inspirasi perjuangan yang terus hidup sepanjang zaman. Menurutnya, semangat Imam Husain a.s. harus diwujudkan melalui keberanian membela kebenaran, menolak kezaliman, serta melanjutkan jihad tabyin sebagaimana dicontohkan Sayidah Zainab a.s. setelah tragedi Karbala.

Beliau menilai dinamika geopolitik yang melibatkan Republik Islam Iran merupakan kelanjutan dari pertarungan antara kebenaran dan kebatilan yang menjadi pesan abadi Karbala. Karena itu, Ustadz Abdullah mengajak umat tidak hanya menyebarkan informasi yang benar melalui jihad tabyin, tetapi juga menghadapi propaganda dan fitnah yang, menurutnya, ditujukan kepada dunia Islam.

Baca juga: Arbain Imam Husain dan Kesadaran Kolektif

“Karbala abad ke-21 adalah perang Iran melawan syetan besar, kaum kafir, dan kelompok munafikin, ketika Republik Islam Iran sendirian diserang dan dikeroyok oleh Israel, Amerika, serta kelompok munafikin. Beruntung kita dapat menyaksikan Karbala abad ke-21. Kita harus mengambil peran. Tidak cukup hanya berjihad tabyin dengan menyebarkan informasi, tetapi juga harus membungkam fitnah dan propaganda musuh-musuh Islam sebagai representasi spirit perjuangan Imam Husain a.s. dalam menegakkan keadilan serta melawan kebatilan dan kezaliman, di mana pun kita berada. Kullu Yaumin Asyura wa Kullu Ardhin Karbala,” kata Ustadz Abdullah Som.

Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan Doa Ziarah Arbain yang dipimpin Ustadz Husein Bajri. Seluruh jamaah mengikuti doa dengan penuh kekhusyukan sebagai ungkapan kecintaan kepada Imam Husain a.s., sekaligus memohon keteguhan untuk mengamalkan nilai-nilai Karbala dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Sambut Arbain, Muslimah ABI Balikpapan Gelar Donor Darah

Peringatan Arbain di Bandung tahun ini berlangsung tertib dan dihadiri peserta dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat. Selain menjadi momentum ibadah dan refleksi spiritual, kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi bagi komunitas Syiah di wilayah tersebut.

Sepanjang rangkaian acara, satu pesan yang terus mengemuka adalah bahwa Karbala tidak dipahami semata sebagai peristiwa sejarah. Bagi para hadirin, perjuangan Imam Husain a.s. dan jihad tabyin yang diteruskan Sayyidah Zainab s.a. dipandang sebagai inspirasi moral yang tetap relevan untuk menegakkan keadilan, menyampaikan kebenaran, serta menghadapi berbagai bentuk kezaliman di setiap zaman. []

Baca juga: Arbain Jalan Cinta