Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Yaman Ancam Saudi dengan Kehancuran Rezim Jika Intervensi Berlanjut

Published

on

Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, menyampaikan rincian operasi militer terhadap target yang diklaim sebagai konsentrasi pasukan Arab Saudi di wilayah perbatasan.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, menyampaikan rincian operasi militer terhadap target yang diklaim sebagai konsentrasi pasukan Arab Saudi di wilayah perbatasan.

Ahlulbait Indonesia, 8 Agustus 2026 – Kementerian Luar Negeri Yaman memperingatkan Arab Saudi bahwa kelanjutan kebijakan yang disebut sebagai praktik kolonial di Yaman akan berujung pada kehancuran rezim yang berkuasa di kerajaan tersebut. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan resmi yang dikutip Kantor Berita Farsnews pada Kamis malam (6/8/26).

Yaman menegaskan campur tangan Arab Saudi di wilayahnya semakin terbuka. Pemerintah di Sanaa menyebut Riyadh tengah membangun sejumlah kamp militer di wilayah Yaman, yang oleh Yaman dinilai sebagai tindakan permusuhan dan dipastikan tidak akan dibiarkan oleh Angkatan Bersenjata Yaman.

Baca juga: NBC News Bongkar Kejahatan AS di Yaman

Dalam pernyataan yang sama, Kementerian Luar Negeri Yaman menilai kebijakan Saudi telah menempatkan kerajaan itu pada jalan tanpa kembali. Menurut Yaman, ambisi kolonial hanya akan mengakhiri sejarah yang mereka sebut penuh kejahatan dan pada akhirnya membawa kehancuran bagi rezim Saudi.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, mengumumkan operasi militer terhadap konsentrasi pasukan Saudi di kawasan Al Ruwaik, Al Abr, Al Thaniyah, serta sejumlah kamp milik Divisi Pertama dan Divisi Darurat Ketiga. Saree mengatakan operasi itu dilakukan menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak sebagai respons atas pengerahan militer besar-besaran Arab Saudi yang disebut tengah bersiap meningkatkan eskalasi di wilayah Yaman.

Menurut Saree, operasi tersebut menewaskan dan melukai ratusan personel yang disebut sebagai pasukan bayaran pendukung Saudi. Yaman juga mengklaim sejumlah kamp, gudang logistik, persenjataan, dan peralatan militer di kawasan Al Wadiah, timur Yaman, hancur atau terbakar akibat serangan tersebut.

Baca juga: Ansarullah: “Blokade Dibalas Blokade”, Jutaan Warga Yaman Nyatakan Dukungan

Yaman menegaskan memiliki hak berdasarkan hukum dan piagam internasional untuk menghadapi setiap aktivitas yang dinilai mengancam keamanan dan stabilitas negaranya. Sanaa juga menyindir negara-negara yang mengecam serangan tersebut dengan menyatakan bahwa mereka seharusnya bersedia menerima pembangunan kamp militer Saudi, pembentukan kelompok bersenjata, serta perekrutan pasukan bayaran di wilayah mereka sendiri.

Menutup pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Yaman kembali menegaskan bahwa penyelesaian konflik hanya dapat dicapai melalui penghentian blokade dan berakhirnya seluruh bentuk pendudukan oleh Arab Saudi. Selain itu, Yaman memperingatkan, setiap upaya melanjutkan ambisi kolonial hanya akan mempercepat kehancuran rezim Saudi. []

Baca juga: Yaman Dukung Irak Hadapi Ancaman Arab Saudi