Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Kelompok Perlawanan Palestina Tolak Rencana Mladenov untuk Gaza

Published

on

Kelompok Perlawanan Palestina. (Farsnews Agency)
Kelompok perlawanan Palestina menolak rencana Nikolay Mladenov untuk Gaza yang mengaitkan bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi dengan pelucutan senjata perlawanan Palestina. (Foto: Farsnews Agency)

Ahlulbait Indonesia | 31 Mei 2026 — Kelompok-kelompok perlawanan Palestina menolak keras rencana mantan koordinator khusus PBB untuk Timur Tengah, Nikolay Mladenov, terkait pengelolaan Jalur Gaza. Dalam pernyataan bersama yang dikutip Fars News Agency pada Minggu, 31 Mei 2026, mereka menilai proposal tersebut sebagai bentuk pemerasan politik dan kemanusiaan yang menjadikan kebutuhan dasar warga Gaza sebagai instrumen tekanan terhadap perlawanan Palestina.

Baca juga: Bloomberg Ungkap Empat Poin Sengketa Utama Iran-AS

Menurut mereka, skema yang diajukan Mladenov mengaitkan distribusi bantuan kemanusiaan, pasokan bahan bakar, dan proyek rekonstruksi Gaza dengan tuntutan pelucutan senjata kelompok perlawanan.

“Rencana Nikolay Mladenov untuk mengelola Gaza merupakan bentuk pemerasan politik dan kemanusiaan karena bantuan, pengiriman bahan bakar, dan rekonstruksi dikaitkan dengan pelucutan senjata perlawanan,” demikian isi pernyataan tersebut.

Faksi-faksi Palestina memperingatkan bahwa proposal itu tidak hanya menggeser isu kemanusiaan ke ranah politik keamanan, tetapi juga berpotensi memperdalam fragmentasi internal Palestina. Mereka menilai skema tersebut dapat memicu benturan domestik yang pada akhirnya hanya menguntungkan Israel dan memberi legitimasi politik atas operasi militernya di Gaza.

Pernyataan itu juga menyoroti berlanjutnya operasi militer Israel di Jalur Gaza di tengah proses negosiasi gencatan senjata. Israel dituduh terus melancarkan pembunuhan, serangan udara, operasi teror, serta penargetan terhadap aparat kepolisian Palestina.

Baca juga: Al-Monitor Bongkar Rencana AS-Israel Gulingkan Iran Lewat Separatis Kurdi

Kelompok perlawanan Palestina menyebut tekanan militer yang berlangsung bersamaan dengan blokade ketat dan pembatasan bantuan kemanusiaan sebagai bagian dari strategi sistematis untuk mempertahankan Gaza dalam kondisi krisis berkepanjangan.

“Musuh terus melanjutkan perang brutal terhadap Gaza melalui pembunuhan, pembantaian, dan kebijakan kelaparan yang terorganisasi,” demikian bunyi pernyataan itu.

Mereka juga menilai tindakan Israel sebagai pelanggaran terhadap kesepahaman internasional dan butir-butir perjanjian gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati melalui mediasi internasional.

Karena itu, kelompok perlawanan mendesak negara-negara mediator dan pihak penjamin gencatan senjata agar tidak membiarkan Israel menghindari kewajibannya. Mereka meminta seluruh komitmen dalam perjanjian dijalankan terlebih dahulu sebelum pembicaraan memasuki tahap lanjutan.

Baca juga: PBB Tegaskan Gaza Milik Palestina, Tolak Rencana Netanyahu Perluas Pendudukan

Di sisi lain, komite teknokrat Palestina diminta tetap berpihak pada kepentingan rakyat Gaza dan tidak terlibat dalam agenda politik yang dinilai mengaburkan hak-hak rakyat Palestina.

“Komite teknokrat tidak boleh tunduk pada rencana Mladenov dan menjadikan dirinya sandera agenda-agenda politik yang hendak dilembagakan melalui apa yang disebut sebagai Dewan Perdamaian,” demikian pernyataan tersebut. []

Baca juga: Gelombang Aksi Nasional di Italia Tuntut Penghentian Genosida Gaza