Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

UEA Tutup Paksa Rumah Sakit Bulan Sabit Merah Iran di Dubai, Aset Dibekukan

Published

on

Rumah sakit Iran di Dubai yang telah beroperasi puluhan tahun resmi ditutup otoritas Uni Emirat Arab.
Gedung Rumah Sakit Bulan Sabit Merah Iran di Dubai ditutup otoritas Uni Emirat Arab. (Foto: Press TV)

Ahlulbait Indonesia | 31 Mei 2026 — Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menutup secara paksa Rumah Sakit Bulan Sabit Merah Iran di Dubai, mengusir pasien dari fasilitas tersebut, membekukan aset rumah sakit, serta memberlakukan larangan bepergian terhadap direkturnya. Informasi itu disampaikan Ketua Perhimpunan Bulan Sabit Merah Iran, Pirhossein Kolivand, pada Minggu, 31 Mei 2026, sebagaimana dilaporkan Press TV.

Baca juga: Pejabat Keamanan UEA Ajak Negara Teluk Pererat Hubungan dengan Israel

Kolivand mengatakan otoritas Emirat menutup rumah sakit tersebut meski lembaga itu memiliki perlindungan hukum atas aktivitas kemanusiaannya.

“Sayangnya mereka menutup rumah sakit secara paksa dan mengeluarkan para pasien dari fasilitas itu dengan melanggar hukum dan peraturan yang berlaku,” ujar Kolivand.

Menurut dia, direktur rumah sakit kini dikenai larangan bepergian dan setiap hari dipanggil untuk menjalani pemeriksaan hukum serta interogasi oleh otoritas setempat.

Kolivand juga menyebut pengadilan di UEA telah membekukan aset tunai dan piutang rumah sakit. Selain itu, sejumlah staf medis Iran dilaporkan diusir dari tempat tinggal mereka di Dubai.

Teheran, lanjut Kolivand, telah mengajukan pengaduan kepada lembaga-lembaga internasional dan akan terus menempuh jalur hukum hingga kasus tersebut memperoleh penyelesaian.

Baca juga: IRGC Peringatkan Evakuasi Ras Al Khaimah UEA, Siap Serang Sumber Agresi

“Kami akan menindaklanjuti seluruh persoalan ini melalui lembaga internasional dan melanjutkan pengaduan hingga hasil dicapai,” katanya.

Rumah Sakit Bulan Sabit Merah Iran di Dubai telah beroperasi selama beberapa dekade dan memberikan layanan kesehatan bagi warga Iran maupun masyarakat lain yang tinggal di Uni Emirat Arab.

Penutupan rumah sakit itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan sejumlah negara Teluk setelah perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada awal 2026.

Laporan Wall Street Journal sebelumnya menyebut Abu Dhabi memainkan peran lebih besar dalam operasi militer terhadap Iran dibanding yang diketahui publik. UEA dilaporkan terlibat dalam puluhan serangan terhadap target-target Iran serta memberikan dukungan logistik bagi operasi militer Amerika Serikat dan Israel.

Baca juga: Media AS Dokumentasikan Kerusakan Radar Sistem THAAD di Yordania, UEA, dan Arab Saudi

Mengutip sumber yang mengetahui operasi tersebut, laporan itu menyebut sebagian serangan bahkan terus berlangsung setelah gencatan senjata diumumkan pada awal April. Salah satu serangan dilaporkan menargetkan kilang minyak di Pulau Lavan di Teluk Persia beberapa jam setelah gencatan senjata diberlakukan.

Pemerintah Iran sebelumnya juga menuduh UEA membantu operasi militer Amerika Serikat dan Israel melalui penyediaan intelijen, fasilitas udara, dan dukungan logistik untuk serangan terhadap Republik Islam Iran. []

Baca juga: Ansarullah Peringatkan Saudi–UEA: Tutup Pangkalan AS atau Hadapi Risiko Perang