Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Gelombang Aksi Nasional di Italia Tuntut Penghentian Genosida Gaza

Published

on

Aksi unjuk rasa dan pawai direncanakan di beberapa kota di seluruh Italia pada tanggal 29 Mei 2026. (Foto: Press TV)
Aksi unjuk rasa dan pawai direncanakan di beberapa kota di seluruh Italia pada tanggal 29 Mei 2026. (Foto: Press TV)

Ahlulbait Indonesia | 30 Mei 2026 — Italia dilanda gelombang mogok nasional dan demonstrasi besar pada Jumat, 29 Mei 2026, ketika ribuan buruh dan aktivis pro-Palestina turun ke jalan menuntut penghentian agresi Israel di Gaza dan Lebanon. Aksi yang dilaporkan Press TV itu sekaligus memperbesar tekanan politik terhadap pemerintahan sayap kanan Perdana Menteri Giorgia Meloni yang dinilai terlalu dekat dengan Washington dan Tel Aviv.

Baca juga: Hormuz dan Kartu Sunyi Iran di Jalur Energi Dunia

Mogok umum selama 24 jam tersebut diprakarsai sejumlah serikat pekerja akar rumput, termasuk CUB, SGB, SI COBAS, dan USI, bersama organisasi solidaritas Palestina. Demonstrasi berlangsung di berbagai kota besar seperti Roma, Milan, Napoli, Bologna, Florence, Genoa, Turin, Palermo, dan Catania.

Massa membawa bendera Palestina dan poster anti-perang sambil mengecam apa yang mereka sebut sebagai “genosida yang terus berlangsung terhadap rakyat Palestina dan Lebanon”. Para demonstran juga mendesak pemerintah Italia segera menghentikan seluruh hubungan politik dan dagang dengan Israel.

Gelombang aksi itu tidak hanya memusatkan perhatian pada Gaza. Para peserta mogok turut menyoroti tingginya biaya hidup akibat perang, tuntutan kenaikan upah dan pensiun, penghentian penggusuran, serta penolakan terhadap sistem kerja tidak tetap yang dinilai semakin memperburuk ketidakpastian ekonomi pekerja.

Dampak aksi terasa luas di berbagai sektor publik. Operator kereta nasional Italia melaporkan pemogokan pekerja rel dimulai sejak Kamis malam dan berlanjut hingga Jumat malam, menyebabkan gangguan perjalanan kereta di berbagai wilayah, termasuk sejumlah rute internasional.

Baca juga: Trump Ancam Bom Oman, Pengaruh Iran di Hormuz Kembali Diuji

Transportasi umum di Milan hanya beroperasi secara terbatas, sementara layanan sekolah dan rumah sakit di beberapa kota turut terdampak. Situasi itu memperlihatkan besarnya daya tekan politik yang coba dibangun serikat-serikat pekerja terhadap pemerintahan Meloni.

Dalam beberapa tahun terakhir, aksi mogok dan demonstrasi besar semakin sering terjadi di Italia sebagai respons terhadap kebijakan ekonomi pemerintah sayap kanan dan sikap politik luar negeri Roma yang dinilai konsisten mendukung Amerika Serikat serta Israel di tengah perang Gaza yang terus memicu kecaman internasional. []

Baca juga: Netanyahu Targetkan Penguasaan 70 Persen Gaza