Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Gelombang ke-24 Operasi Nasr 2, IRGC Lumpuhkan Radar di Kuwait

Published

on

Gelombang ke-22 Operasi Nasr 2 disebut menargetkan fasilitas militer AS di Pangkalan Ali Al Salem, Kuwait.
Gelombang ke-24 Operasi Nasr 2 diklaim menyasar jaringan radar di sekitar Pangkalan Ali Al Salem, Kuwait.

Ahlulbait Indonesia, 22 Juli 2026 — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah melumpuhkan sejumlah instalasi radar di sekitar Pangkalan Udara Ali Al Salem dan Pulau Bubiyan, Kuwait, dalam gelombang ke-24 Operasi Nasr 2.

Dalam Pernyataan Resmi Nomor 41 yang dirilis Sepah News pada Rabu dini hari (22/7/2026), Humas IRGC menyebut serangan tersebut menyasar sebuah radar peringatan dini, satu kompleks radar taktis di sekitar Pangkalan Ali Al Salem, serta satu sistem radar lainnya di Pulau Bubiyan.

Baca juga: Trump Tutup Rapat Citra Pangkalan AS yang Remuk di Tengah Klaim Kemenangan

Seluruh sasaran disebut berhasil dihancurkan dan dinonaktifkan sebagai bagian dari operasi yang digambarkan sebagai upaya “membersihkan kawasan dari jaringan radar musuh.”

“Para pejuang IRGC berhasil menghancurkan radar-radar tersebut dan mengeluarkannya dari status operasional,” demikian bunyi pernyataan itu.

IRGC menegaskan operasi militer terhadap pihak “agresor” masih akan berlanjut. Dengan menjadikan instalasi radar sebagai sasaran, operasi ini menunjukkan upaya untuk mengurangi kemampuan deteksi dini lawan sekaligus melemahkan efektivitas jaringan pertahanan udara kawasan.

Baca juga: IRGC Luncurkan Serangan Serentak Tiga Tahap terhadap Pasukan Amerika

Sebelumnya, dalam Pernyataan Resmi Nomor 40, IRGC juga mengumumkan serangan terhadap kompleks penempatan pasukan Amerika Serikat di kawasan Rukban, Yordania. Serangan itu menewaskan sejumlah personel militer AS.

Merujuk pada pernyataan Menteri Pertahanan Amerika Serikat mengenai jumlah korban, IRGC menilai angka yang disampaikan lebih rendah dari jumlah sebenarnya. Garda Revolusi juga mengecam penggunaan persenjataan canggih terhadap warga sipil, khususnya anak-anak, serta menegaskan bahwa para pelaku kejahatan perang pada akhirnya akan dimintai pertanggungjawaban. []

Baca juga: IRGC Jawab Seruan Pemimpin Revolusi: Amerika Akan Menerima “Pelajaran yang Tak Terlupakan”