Internasional
62 Bagian Jenazah Siswa SD Syajarat Tayyibah di Minab Ditemukan

Ahlulbait Indonesia, 22 Juli 2026 — Otoritas Iran mengumumkan telah menemukan 62 bagian jenazah para siswa syahid dalam operasi pencarian yang berlangsung selama beberapa pekan di lokasi Sekolah Dasar Syajarat Tayyibah di Kota Minab. Sementara itu, jenazah Makan Nasiri, salah seorang siswa yang menjadi korban serangan rudal, hingga kini masih belum ditemukan.
Dilansir Mehr News Agency pada Selasa (21/7), Gubernur Khusus Minab, Mohammad Radmehr, mengatakan operasi pencarian dilakukan secara intensif di area sekolah beserta wilayah sekitarnya.
Baca juga: Pentagon Khawatir, Iran Kian Mahir Tembus Pertahanan Udara AS
“Selama beberapa pekan operasi pencarian di lokasi sekolah dan kawasan sekitarnya, sebanyak 62 bagian jenazah siswa syahid berhasil ditemukan,” ujarnya.
Radmehr menjelaskan, hasil uji DNA menunjukkan bahwa bagian-bagian jenazah tersebut berasal dari 32 siswa syahid Sekolah Dasar Syajarat Tayyibah Minab.
Ia menambahkan, sisa-sisa jenazah para siswa akan dimakamkan dalam sebuah upacara yang dihadiri masyarakat dan keluarga para syuhada pada Rabu (22/7) di Minab.
Sementara itu, Ketua Mahkamah Agung Provinsi Hormozgan, Mojtaba Ghahremani, mengatakan hingga kini tidak satu pun bagian jenazah Makan Nasiri berhasil ditemukan meski sejumlah tim spesialis telah melakukan pencarian intensif di lingkungan sekolah dan kawasan sekitarnya selama beberapa pekan terakhir.
Menurut Ghahremani, hasil penyelidikan menunjukkan rudal Amerika Serikat menghantam langsung titik tempat Makan berada saat serangan terjadi.
Baca juga: Perbedaan Makna “Syahid” dan “Qatil” dalam Salat Jenazah Imam Ali Khamenei
“Karena rudal Amerika menghantam langsung lokasi keberadaan anak tersebut, meskipun telah dilakukan beberapa tahap pencarian secara teliti dan profesional oleh berbagai tim, hingga kini belum ditemukan jejak apa pun dari jenazah syahid tersebut,” katanya.
Dalam laporan militer, sebuah rudal mungkin dicatat sebagai misi yang berhasil. Namun, sejarah sering kali menuliskannya dengan cara yang berbeda: seorang anak yang bahkan tidak menyisakan jenazah untuk dimakamkan keluarganya. Barangkali di ruang-ruang kekuasaan itu semua disebut presisi, akurat, dan tegas.
Bagi keluarga para korban, yang tersisa hanyalah kehilangan, sementara kemanusiaan terkubur bersama puing-puing perang yang lahir dari keputusan Donald Trump. []
Baca juga: DPD ABI Kabupaten Malang Matangkan RKAT 2026 dan Penguatan Transformasi Digital







