Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Israel Umumkan Jadwal Penarikan Pasukan dari Tiga Desa di Lebanon Selatan

Published

on

Israel mengumumkan penarikan pasukan dari tiga desa di Lebanon selatan dalam skema zona uji coba.
Penarikan pasukan Israel dari tiga desa di Lebanon selatan akan dimulai Selasa, di tengah syarat pelucutan senjata Hizbullah.

Ahlulbait Indonesia, 21 Juli 2026 – Israel mengumumkan bahwa penarikan pasukannya dari tiga “zona uji coba” di Lebanon selatan akan dimulai pada Selasa (21/7). Namun, rencana tersebut menuai kritik di Lebanon karena salah satu desa yang dimasukkan ke dalam skema itu disebut tidak pernah berada di bawah pendudukan Israel.

Baca juga: IRGC Jawab Seruan Pemimpin Revolusi: Amerika Akan Menerima “Pelajaran yang Tak Terlupakan”

Mengutip Axios, seorang pejabat Israel mengatakan bahwa penarikan pasukan dari kawasan uji coba di Lebanon selatan akan dilaksanakan pada Selasa.

Berdasarkan kesepakatan antara Beirut dan Israel, Angkatan Bersenjata Lebanon akan memasuki tiga desa, yakni Zawtar al-Gharbiyah, Srifa, dan Froun, sebagai bagian dari tahap awal pelaksanaan skema tersebut. Israel menyatakan model serupa akan diterapkan di desa-desa lain apabila tentara Lebanon menyatakan bahwa pelucutan senjata kelompok perlawanan dan penghancuran infrastrukturnya telah terlaksana.

Baca juga: Rudal Balistik IRGC Hantam Pesawat C-17 dan P-8 AS di Bandara Aqaba

Namun, masuknya Desa Froun ke dalam daftar kawasan uji coba memicu kritik di Lebanon. Sejumlah pihak menilai langkah itu tidak berdasar karena desa tersebut pada dasarnya tidak pernah diduduki oleh Israel.

Rencana ini muncul di tengah pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, yang sebelumnya menegaskan bahwa pasukan Israel tidak akan sepenuhnya ditarik dari Lebanon selatan hingga pelucutan senjata Hizbullah di wilayah tersebut benar-benar selesai. []

Baca juga: Pentagon Khawatir, Iran Kian Mahir Tembus Pertahanan Udara AS