Internasional
Iran Peringatkan Inggris Jika Bantu Serangan AS ke Iran

Ahlulbait Indonesia, 22 Juli 2026 – Seorang pejabat tinggi Iran memperingatkan bahwa seluruh kepentingan Inggris di kawasan Asia Barat dapat menjadi sasaran militer yang sah apabila London memutuskan membantu Amerika Serikat dalam perang yang dipaksakan terhadap Republik Islam Iran.
Peringatan tersebut disampaikan menyusul laporan mengenai persetujuan Perdana Menteri baru Inggris, Andy Burnham, untuk mendukung kerja sama militer dengan Washington terhadap Iran.
Mengutip laporan kantor berita Rusia TASS, Fars News Agency pada Rabu (22/7) melaporkan bahwa seorang sumber senior Iran yang identitasnya dirahasiakan memperingatkan, setiap keterlibatan Inggris dalam agresi militer Amerika Serikat akan membawa konsekuensi yang jauh melampaui ranah politik dan diplomatik.
Baca juga: 62 Bagian Jenazah Siswa SD Syajarat Tayyibah di Minab Ditemukan
“Jika laporan media mengenai keputusan Perdana Menteri baru Inggris untuk berpartisipasi dalam perang Amerika Serikat melawan Iran terbukti benar, maka selain konsekuensi politik dan hukum, seluruh kepentingan Inggris di kawasan akan dimasukkan ke dalam daftar target Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran,” ujar sumber tersebut.
Pejabat Iran itu menegaskan, London tidak dapat mengabaikan pengalaman sebelumnya ketika ancaman Teheran benar-benar diwujudkan.
“Inggris sebelumnya telah merasakan secara langsung pelaksanaan ancaman Iran selama perang 40 hari,” katanya, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Baca juga: IRGC Hancurkan Pusat Data Amazon Web Services (AWS) di Bahrain
Sebelumnya, Bloomberg pada Senin malam melaporkan bahwa Perdana Menteri Andy Burnham telah menyetujui penggunaan pangkalan-pangkalan militer Inggris oleh Amerika Serikat untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
Pernyataan terbaru Teheran itu menegaskan bahwa setiap negara yang memberikan dukungan militer kepada operasi Amerika Serikat akan dianggap sebagai pihak yang terlibat langsung dalam konflik dan, karena itu, berpotensi menjadi sasaran tindakan balasan. []
Baca juga: Gelombang ke-24 Operasi Nasr 2, IRGC Lumpuhkan Radar di Kuwait







