Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Ketua Komisi PBB: Gaza Seperti Neraka, Israel Lakukan Penargetan Sistematis terhadap Anak-Anak Palestina

Published

on

Ketua Komisi PBB: Gaza Seperti Neraka
Gaza Seperti Neraka, menurut Ketua Komisi PBB. (Dok. IRNA)

Ahlulbait Indonesia, 19 Juli 2026 – Ketua Komisi Penyelidikan Internasional Independen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Wilayah Pendudukan Palestina, Srinivasan Muralidharan, menyatakan kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza telah mencapai tingkat yang sangat parah dan menggambarkannya sebagai “neraka”. Dalam pernyataannya yang dikutip Al Shorouk dan dilaporkan IRNA pada Sabtu (19/7), Muralidharan menyebut Israel melakukan pembunuhan sistematis terhadap anak-anak Palestina dan berupaya menghancurkan keberlangsungan rakyat Palestina.

Baca juga: Analis Israel: Tak Ada yang Mampu Menghantam AS Seefektif Iran Sejak Perang Vietnam

Merujuk pada laporan komisi yang disampaikan kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada 23 Juni, Muralidharan menyatakan Israel melakukan tindakan yang menurut komisi tersebut merupakan genosida dan kejahatan berat, termasuk melalui penargetan secara sengaja terhadap anak-anak Palestina.

Muralidharan menggambarkan infrastruktur sipil di Gaza telah hancur hampir sepenuhnya. Pasokan listrik dan layanan sanitasi disebut lumpuh, sementara ratusan ribu warga hidup dalam pengungsian dengan fasilitas yang sangat terbatas. Menurutnya, di sejumlah kamp pengungsian, satu toilet digunakan hingga sekitar 700 orang.

Dia menegaskan tidak ada lagi wilayah yang benar-benar aman bagi penduduk Gaza. Berdasarkan dokumentasi komisi, sejumlah anak dilaporkan tewas ketika membawa bendera putih, mengumpulkan kayu bakar, atau berlari menuju truk bantuan kemanusiaan.

Muralidharan juga membantah klaim Israel bahwa anak-anak Palestina digunakan sebagai tameng manusia. Dia mengatakan komisi mendokumentasikan sejumlah kasus ketika balita tewas, sementara orang dewasa yang menggendongnya selamat. Menurut Muralidharan, pola tersebut menjadi salah satu dasar bagi komisi untuk menyimpulkan adanya indikasi penargetan terhadap anak-anak.

Baca juga: Israel Serang Prosesi Pemakaman di Gaza, Delapan Warga Palestina Gugur

Selain itu, Muralidharan menegaskan bahwa Israel sengaja menghambat masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza. Menurutnya proses evakuasi korban luka melalui Perlintasan Rafah berlangsung sangat terbatas meskipun sejumlah negara tetangga, termasuk Yordania dan Mesir, telah menyatakan kesiapan menerima pasien.

Pada bagian akhir pernyataannya, Muralidharan mengkritik penolakan Israel terhadap akses tim penyelidik PBB ke wilayah pendudukan. Dia menyebut laporan komisi juga memuat pernyataan sejumlah politikus Israel yang, menurutnya, menganggap setiap anak Palestina di Gaza sebagai teroris. Muralidharan menilai pola tersebut menunjukkan tindakan yang dilakukan secara terencana dan sistematis serta tidak boleh diabaikan masyarakat internasional. []

Baca juga: Iran Gempur Jantung Operasi AS di Teluk, Peringatkan Negara Tuan Rumah Pangkalan