Internasional
Akademisi Qatar: Negara Teluk Justru Melindungi Pangkalan Militer AS

Ahlulbait Indonesia, 22 Juli 2026 — Keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk kembali menjadi sorotan setelah meningkatnya ketegangan regional. Seorang akademisi Qatar menilai pangkalan-pangkalan tersebut tidak lagi dipandang sebagai pelindung negara-negara Teluk, melainkan justru menjadi beban keamanan yang harus mereka lindungi.
Dikutip RT dan dilaporkan Fars News pada Rabu (22/7/26), Guru Besar Ilmu Politik Universitas Qatar Ali Al-Hail mengatakan perang yang melibatkan Iran telah memicu perdebatan luas di negara-negara Arab mengenai efektivitas kehadiran militer Amerika di kawasan.
Baca juga: Qatar Bantah Keras Tuduhan Terlibat dalam Serangan terhadap Iran
“Semakin banyak masyarakat di negara-negara Teluk mempertanyakan mengapa Amerika Serikat memperlakukan sekutu-sekutunya dengan cara yang begitu aneh,” ujarnya.
Al-Hail menyoroti perbedaan respons Washington terhadap serangan yang mengarah ke Israel dan ke negara-negara Teluk. Menurutnya, ketika rudal dan drone Iran menuju Tel Aviv, Amerika Serikat mengerahkan kemampuan militernya untuk melakukan pencegatan dari laut. Namun, ketika ancaman serupa mengarah ke negara-negara Teluk, ia menilai Washington tidak memberikan perlindungan yang setara.
Ia kemudian mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, yang menurutnya pernah mengatakan bahwa selama 36 tahun negara-negara Teluk mengira pangkalan militer Amerika dibangun untuk melindungi mereka.
“Kini kami justru menyadari bahwa kamilah yang melindungi pangkalan-pangkalan militer Amerika di kawasan, bukan sebaliknya,” kata Al-Hail, mengutip pernyataan tersebut.
Menurut Al-Hail, keberadaan pangkalan militer Amerika tidak terbukti memberikan perlindungan bagi negara-negara Teluk. Sebaliknya, pangkalan-pangkalan itu hanya meningkatkan risiko kawasan menjadi sasaran serangan.
Baca juga: Data Navigasi Udara Ungkap Dukungan Qatar dan Arab Saudi terhadap Serangan Udara AS ke Iran
“Dalam kenyataannya, pangkalan militer Amerika tidak melindungi negara-negara Teluk. Keberadaannya justru memancing serangan Iran. Pangkalan-pangkalan itu tidak berguna bagi keamanan kami. Yang melindungi pangkalan tersebut adalah kami, bukan mereka yang melindungi kami,” tegasnya.
Pernyataan Al-Hail muncul setelah serangkaian konfrontasi militer antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang turut menyeret sejumlah fasilitas militer Amerika di kawasan menjadi sasaran serangan. Peristiwa tersebut memicu kembali perdebatan mengenai efektivitas dan nilai strategis jaringan pangkalan militer Washington di Asia Barat.
Bagi banyak pihak di kawasan, pertanyaan yang kini mengemuka bukan lagi mengapa Amerika membangun begitu banyak pangkalan, melainkan siapa sebenarnya yang selama ini dilindungi oleh keberadaan pangkalan-pangkalan tersebut. []
Baca juga: Lima Rudal Balistik Digunakan IRGC untuk Hantam Sasaran Amerika di Yordania, Qatar, dan Oman







