Internasional
Turki Ingin Perundingan Iran-AS Mencapai Kesepakatan

Media ABI, 20 September 2026 – Krisis yang terus berlangsung di Timur Tengah mulai menekan kawasan dari sisi ekonomi. Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan kondisi tersebut sudah tidak dapat ditanggung dan Ankara kini memusatkan perhatian pada perundingan antara Iran dan Amerika Serikat.
Pernyataan Fidan itu dikutip Reuters dan diberitakan Mehr News Agency pada 20 September 2026. Menurutnya, perkembangan situasi di kawasan semakin rumit sehingga hasil dari perundingan Washington dan Tehran menjadi perhatian utama Turki.
Baca juga: Media Ibrani: Bahkan Yahudi Amerika Ingin Bantuan untuk Israel Dihentikan
Fidan juga menyinggung posisi Arab Saudi dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Dia mengatakan Riyadh mungkin memiliki kebutuhan militer tertentu yang dapat dibahas melalui kerangka kesepakatan trilateral dengan Pakistan.
Pada saat yang sama, Fidan menilai Arab Saudi tidak semestinya terseret ke dalam perang tersebut. Menurutnya, Riyadh sendiri tidak memiliki keinginan untuk terlibat dalam konflik antara Washington dan Tehran.
Mengenai Yaman, Fidan mengatakan sejumlah usulan untuk mengakhiri konflik telah disampaikan kepada semua pihak. Dia tidak menjelaskan lebih jauh mengenai isi proposal maupun respons dari pihak-pihak yang menerimanya.
“Fokus kami adalah agar perundingan antara Washington dan Tehran mencapai hasil,” kata Fidan.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Ankara menempatkan jalur perundingan Iran dan Amerika Serikat sebagai salah satu perhatian utamanya ketika ketegangan di kawasan terus berkembang dan dampaknya semakin terasa pada kondisi ekonomi regional. []
Baca juga: Perang Iran Telan US$43,6 Miliar, Kerusakan Pangkalan Belum Terhitung







