Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Stok Rudal Pencegat Menipis, Trump Pamer Senjata Laser

Published

on

Donald Trump menjadi sorotan The New Republic yang menilai keyakinannya terhadap narasi kemenangan sendiri dapat membawa persoalan lebih besar daripada kebohongan politik.
Presiden AS Donald Trump saat mempromosikan teknologi persenjataan laser Amerika di tengah laporan menipisnya persediaan rudal pertahanan AS.

Media ABI, 13 September 2026 – Ketika persediaan rudal pencegat Amerika Serikat dilaporkan menipis setelah perang dengan Iran, Presiden Donald Trump justru memamerkan kemampuan senjata baru berbasis teknologi laser. Trump mengatakan sistem tersebut mampu menghancurkan rudal dan produksinya akan dipercepat.

Baca juga: Diplomasi Al-Jolani Tak Hentikan Israel, Nafsu Ekspansi Israel Makin Besar

Dalam pertemuan dengan kalangan bisnis di Dublin, Irlandia, Trump mengatakan Amerika sedang membuat sejumlah peralatan militer baru. Dia mengklaim teknologi laser dapat digunakan untuk menghancurkan rudal yang datang dan menyebut kemampuan sistem pertahanan Amerika sangat tinggi.

Menurut laporan Mehr News pada Minggu (13/9/2026), Trump juga mengatakan permintaan terhadap senjata Amerika saat ini “luar biasa”. Dia menyebut Irlandia tengah berupaya memperkuat kemampuan militernya.

Pernyataan itu muncul ketika Pentagon masih menghadapi persoalan lain yang jauh lebih konkret, yakni persediaan rudal pencegat yang terus berkurang setelah digunakan dalam perang dengan Iran. Sejumlah media AS dan sumber di Pentagon sebelumnya menyoroti kondisi tersebut.

Los Angeles Times mengulas persoalan stok rudal Amerika dalam tulisan analis Doyle McManus. Laporan itu menyebut militer AS telah menghabiskan sebagian besar persediaan rudal pertahanan canggih dan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memulihkannya.

Baca juga: Rudal dan Drone Yaman Hantam Pangkalan Saudi di Najran

Angka yang dilaporkan cukup besar. Dalam lima bulan pertama perang dengan Iran, dari Februari hingga Juli, militer Amerika disebut telah menggunakan sekitar 60 persen persediaan rudal pertahanan canggih jenis Patriot dan THAAD.

Kondisi stok tersebut bahkan membuat pejabat Pentagon memilih tidak mengonfirmasi, membantah maupun membahas angka persediaan yang beredar.

Di satu sisi, Trump berbicara tentang senjata laser baru dan percepatan produksi persenjataan Amerika. Di sisi lain, rudal pencegat yang sudah digunakan untuk menghadapi serangan masih harus diganti, dengan pemulihan stok diperkirakan membutuhkan waktu bertahun-tahun. []

Baca juga: Newsweek: Saudi Kembali Minta Bantuan Washington Hadapi Yaman