Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Serangan Iran Timbulkan Kerugian 13 Miliar Dolar bagi AS

Published

on

Serangan Iran terhadap pangkalan Amerika di Asia Barat dilaporkan menimbulkan kerugian sedikitnya 13 miliar dolar bagi Washington.
Serangan Iran terhadap pangkalan Amerika di Asia Barat dilaporkan menimbulkan kerugian sedikitnya 13 miliar dolar bagi Washington.

Ahlulbait Indonesia, 11 Agustus 2026 — Di tengah klaim berulang Donald Trump bahwa kemampuan militer Iran telah dihancurkan dan upayanya untuk menutupi realitas perang, The Wall Street Journal melaporkan bahwa serangan Iran telah menimbulkan kerugian sedikitnya 13 miliar dolar terhadap peralatan dan fasilitas militer Amerika Serikat.

Menurut laporan Fars News Agency pada Senin (10/8/2026), The Wall Street Journal menyebut Iran telah melancarkan lebih dari 2.000 serangan udara, rudal, dan drone terhadap pangkalan Amerika Serikat di seluruh Asia Barat sejak awal perang Ramadan. Serangan tersebut setidaknya merusak 20 situs Amerika di delapan negara.

Baca juga: Iran Tetapkan Enam Syarat kepada AS untuk Buka Selat Hormuz

Sebanyak 42 pesawat disebut hancur atau mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.

Surat kabar Amerika itu juga menggunakan citra satelit, rekaman yang beredar di media sosial, dan hasil wawancara untuk mengungkap besarnya kerusakan akibat serangan Iran terhadap pangkalan dukungan angkatan laut Amerika Serikat di Bahrain yang menjadi pangkalan Armada Kelima Amerika.

Kerusakan di pangkalan tersebut mencakup bangunan markas, terminal komunikasi satelit, gudang, sebuah barak, serta berbagai infrastruktur lainnya. Biaya pembangunan kembali pangkalan tersebut saja diperkirakan mencapai sekitar 400 juta dolar.

The Wall Street Journal menekankan bahwa serangkaian serangan tersebut menunjukkan meningkatnya ancaman yang ditimbulkan rudal dan drone Iran. Amerika Serikat dinilai tidak memiliki kesiapan yang memadai untuk mempertahankan pangkalan-pangkalan di luar negeri, infrastruktur vital, dan pasukannya.

Pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan tersebut menjadi sasaran rudal Iran selama konflik dengan Teheran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada bagian penting infrastruktur dan peralatan militer di pangkalan-pangkalan tersebut.

Baca juga: Senator AS Akui AS Gagal, Iran Semakin Kuat

Persediaan Senjata AS Menyusut

The New York Times kembali menyoroti penurunan persediaan senjata Amerika Serikat. Surat kabar tersebut melaporkan bahwa lima bulan perang dengan Iran telah membawa persediaan senjata vital Amerika ke tingkat terendah dalam sejarah.

Lebih dari 1.500 rudal Patriot dan ribuan rudal jelajah serta rudal balistik jarak jauh disebut telah digunakan dalam konflik tersebut. Pengisian kembali persediaan itu diperkirakan membutuhkan waktu setidaknya dua tahun.

Kekurangan persenjataan tersebut sebenarnya telah muncul sebelum perang akibat dukungan Amerika Serikat kepada Ukraina. Namun, perang dengan Iran kini telah mengubah kekurangan itu menjadi krisis penuh dan secara tajam melemahkan kemampuan Amerika Serikat untuk merespons berbagai ancaman di Eropa dan Asia. []

Baca juga: Rincian Baru Kerusakan di Pangkalan Utama AS di Teluk