Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Media Ibrani: Bahkan Yahudi Amerika Ingin Bantuan untuk Israel Dihentikan

Published

on

Survei Jewish Electorate Institute mencatat kekhawatiran kuat terhadap dampak kebijakan Israel terhadap sentimen anti-Israel dan antisemitisme di AS.
Survei Jewish Electorate Institute mencatat kekhawatiran kuat terhadap dampak kebijakan Israel terhadap sentimen anti-Israel dan antisemitisme di AS.

Media ABI, 20 September 2026 – Sebanyak 52 persen Yahudi Amerika dalam sebuah survei menyatakan dukungan terhadap pengurangan atau penghentian bantuan militer Amerika Serikat kepada Israel. Angka tersebut menjadi sorotan dalam artikel kolumnis Israel Shlomo Shamir di surat kabar Maariv.

Tasnim News Agency mengutip tulisan Shamir yang menyoroti perubahan sikap di kalangan Yahudi Amerika terhadap dukungan Washington kepada Israel. Survei yang dilakukan Mellman Group atas pesanan Jewish Electorate Institute itu menunjukkan bahwa dukungan terhadap Israel masih bertahan, tetapi kekhawatiran mengenai citra Israel dan dampak kebijakannya semakin kuat.

Baca juga: Hegseth Murka dengan Laporan Washington Post soal Korban Perang Iran

Sebanyak 17 persen responden mendukung penghentian seluruh bantuan militer AS kepada Israel yang bernilai sekitar 3,3 miliar dolar AS. Sementara 36 persen lainnya mendukung pengurangan bantuan. Jika kedua kelompok tersebut digabungkan, jumlahnya mencapai 52 persen.

Sikap tersebut tidak terbagi rata berdasarkan pilihan politik. Sekitar 63 persen responden Yahudi yang berafiliasi dengan Partai Demokrat mendukung pengurangan atau penghentian bantuan militer kepada Israel. Sebaliknya, mayoritas responden independen dan Republik masih menolak pengurangan bantuan tersebut.

Meski demikian, persoalan citra Israel juga mulai menjadi perhatian di kalangan Yahudi Republik. Sekitar sepertiga responden dari kelompok ini menyatakan sangat khawatir terhadap menurunnya dukungan bagi Israel.

Dalam tulisannya, Shamir mengaitkan perubahan sikap tersebut dengan kebijakan Israel setelah 7 Oktober. Dia menyebut sebagian besar Yahudi Amerika melihat tindakan pemerintah Israel sebagai salah satu faktor yang memperburuk sentimen terhadap Israel di berbagai negara.

Survei tersebut juga menyoroti kekhawatiran mengenai meningkatnya sentimen anti-Israel dan antisemitisme di Amerika Serikat. Sebanyak 56 persen responden menyatakan sangat khawatir bahwa kebijakan Israel di bawah pemerintahan Benjamin Netanyahu telah mendorong peningkatan sentimen anti-Israel dan antisemitisme di AS.

Baca juga: Perang Iran Telan US$43,6 Miliar, Kerusakan Pangkalan Belum Terhitung

Kekhawatiran serupa muncul ketika responden ditanya mengenai wacana antisemitisme di dalam partai politik mereka. Sebanyak 48 persen responden Republik menyatakan sangat khawatir terhadap persoalan tersebut di Partai Republik, sedangkan di kalangan Demokrat angkanya mencapai 44 persen.

Sekitar tiga dari sepuluh responden juga menyatakan sangat khawatir terhadap wacana antisemitisme di partai mereka sendiri. Angkanya mencapai 29 persen di kalangan Republik dan 34 persen di kalangan Demokrat.

Temuan survei itu memperlihatkan adanya perdebatan yang semakin kuat di kalangan Yahudi Amerika mengenai hubungan Washington dengan Israel, terutama soal bantuan militer. Dukungan terhadap Israel masih ada, tetapi survei tersebut menunjukkan bahwa sikap terhadap bentuk dan besaran bantuan Amerika tidak lagi seragam. []

Baca juga: Perang Iran Kuras Rudal AS, Pengiriman ke Sekutu Molor Lima Tahun