Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Seperempat Armada MQ-9 AS Hilang dalam Perang dengan Iran

Published

on

Bangkai drone MQ-9 dan pesawat tempur F-15 yang menurut keterangan IRGC ditembak jatuh dipamerkan di pangkalan bawah tanah pertahanan udara Pasukan Dirgantara IRGC.
MQ-9 Reaper, salah satu drone utama militer Amerika Serikat untuk misi pengintaian dan serangan. Sedikitnya 45 unit dilaporkan hancur atau hilang dalam perang dengan Iran.

Media ABI, 7 September 2026 – Perang dengan Iran dilaporkan menimbulkan kerugian besar bagi armada pesawat nirawak Amerika Serikat. Sedikitnya 45 drone MQ-9 Reaper hancur atau hilang sepanjang konflik, dengan nilai kerugian yang diperkirakan melampaui 1,3 miliar dolar AS.

Kantor berita Mehr pada Minggu, 6 September, mengutip Channel 12 Israel yang mendasarkan laporannya pada sejumlah informasi dari sumber-sumber Amerika Serikat. Jumlah drone yang hilang itu diperkirakan setara dengan sekitar seperempat armada MQ-9 yang dimiliki Amerika Serikat sebelum perang dengan Iran dimulai.

Baca juga: Selat Hormuz Kini Sepenuhnya Tertutup

Angka tersebut sebelumnya juga muncul dalam laporan The Washington Post. Surat kabar itu, dengan mengutip tiga pejabat Amerika Serikat, melaporkan sedikitnya 45 unit MQ-9 telah hancur atau hilang dalam perang. Nilai kerugiannya diperkirakan melebihi 1,3 miliar dolar AS.

Kehilangan puluhan pesawat nirawak itu kini menjadi perhatian di lingkungan Angkatan Udara Amerika Serikat. Christopher Niemi, Wakil Kepala Staf Angkatan Udara Amerika Serikat untuk modernisasi, mengatakan pihaknya tengah mempercepat upaya mencari pengganti MQ-9 yang lebih murah dan dapat diproduksi dalam jumlah besar.

Baca juga: Perang Hari Ini sebagai Pertarungan Kehendak dan Ketahanan

Sejumlah laporan menyebut jumlah MQ-9 yang masih tersedia untuk operasi tinggal sekitar 135 unit. Angka itu berada di bawah kebutuhan operasional Angkatan Udara Amerika Serikat, sehingga berkurangnya armada tersebut mulai menekan kemampuan Washington dalam menjalankan operasi udara.

MQ-9 Reaper merupakan salah satu pesawat nirawak utama Amerika Serikat yang digunakan untuk pengintaian, pemantauan, dan serangan terhadap sasaran darat. Hilangnya puluhan unit dalam perang dengan Iran dengan demikian tidak hanya menimbulkan kerugian finansial, tetapi juga menggerus salah satu kemampuan penting Amerika Serikat untuk menjalankan operasi militer di kawasan. []

Baca juga: Qalibaf kepada AS, Era Respons Proporsional Telah Berakhir