Internasional
Serangan Drone Guncang Fasilitas Minyak Aramco di Jizan

Media ABI, 7 September 2026 – Serangan drone kembali menghantam fasilitas minyak Saudi Aramco di Jizan, Arab Saudi bagian barat daya. Serangan ini terjadi setelah ledakan sebelumnya mengguncang fasilitas Aramco di kawasan pantai barat yang menjadi salah satu pusat ekspor minyak Arab Saudi.
Baca juga: Trump Siapkan Deklarasi Kemenangan Simbolis atas Iran
Financial Times, sebagaimana dikutip Fars News Agency pada Senin, 7 September 2026, melaporkan bahwa infrastruktur minyak Aramco di Jizan kembali menjadi sasaran serangan. Dua sumber yang mengetahui insiden tersebut mengatakan serangan terjadi pada Senin, sementara besarnya kerusakan masih dalam proses penilaian.
Kilang Jizan memiliki kapasitas pengolahan hingga 400.000 barel minyak mentah per hari. Proyek senilai sekitar 21 miliar dolar AS itu juga mencakup pembangkit listrik dan fasilitas petrokimia.
Fasilitas tersebut menggunakan teknologi pengolahan terpadu dan menjadi salah satu proyek penting Aramco dalam agenda Visi 2030 Arab Saudi. Dalam beberapa pekan terakhir, kawasan Jizan telah berulang kali menjadi sasaran serangan rudal dan drone oleh angkatan bersenjata Yaman.
Serangan terhadap Jizan terjadi ketika fasilitas minyak Saudi lainnya di pantai barat juga menjadi sasaran serangan. Dalam dua hari terakhir, infrastruktur minyak di Yanbu dilaporkan diserang dengan drone dan rudal.
Berbeda dengan Jizan yang berfungsi sebagai pusat pengolahan minyak, Yanbu memiliki peran penting dalam jalur ekspor minyak Arab Saudi melalui Laut Merah. Kota pelabuhan tersebut merupakan titik akhir Jalur Pipa Timur-Barat atau Petroline yang membentang sepanjang sekitar 1.200 kilometer.
Baca juga: Iran dan Yaman Guncang Keunggulan Udara dan Laut Amerika
Dengan kapasitas hingga 7 juta barel per hari, jalur pipa tersebut menjadi satu-satunya rute alternatif utama Arab Saudi untuk menyalurkan minyak tanpa melalui Selat Hormuz.
Sepanjang 2026, rata-rata ekspor minyak dari Yanbu mencapai sekitar 3,3 juta barel per hari. Jumlah itu meningkat dibandingkan sekitar 973.000 barel per hari pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Gangguan di Selat Hormuz meningkatkan arti strategis Yanbu bagi ekspor minyak Arab Saudi. Dalam konteks yang disebut sebagai blokade melawan blokade, pasukan Yaman menjadikan fasilitas minyak dan kapal tanker Saudi sebagai sasaran serangan balasan.
Serangan terhadap Jizan dan Yanbu terjadi ketika dua kawasan tersebut memiliki peran berbeda dalam industri minyak Arab Saudi, yakni sebagai pusat pengolahan dan jalur utama ekspor melalui Laut Merah. Gangguan terhadap keduanya berpotensi memengaruhi infrastruktur energi Saudi yang kini semakin bergantung pada jalur alternatif di tengah gangguan di Selat Hormuz. []
Baca juga: Seperempat Armada MQ-9 AS Hilang dalam Perang dengan Iran







