Internasional
Trump Bilang Militer Iran Sudah Hancur, Hegseth Rupanya Tidak Yakin

Media ABI, 6 September 2026 – Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan kemampuan militer Iran telah dihancurkan. Namun, Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth tampaknya masih merasa perlu mengancam akan menghancurkan dan menenggelamkan kapal tanker Iran.
Ancaman itu disampaikan Hegseth melalui media sosial X pada Sabtu (5/9/26). Ia memperingatkan bahwa pasukan Amerika Serikat akan menghancurkan dan menenggelamkan kapal tanker Iran apabila kapal-kapal Amerika Serikat ditembaki.
Baca juga: Hegseth Ancam Hancurkan Tanker Iran
Hegseth juga menyebut armada kapal tanker Iran tidak berdaya. Pada saat yang sama, ia mengatakan pesawat, kapal perang, dan kapal selam Amerika Serikat memiliki kemampuan menyerang kapal-kapal tersebut di wilayah yang berada dalam cakupan Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM serta Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat.
Di sinilah pernyataan tersebut mulai memunculkan pertanyaan yang tidak mudah dijawab. Jika kemampuan militer Iran benar-benar sudah dihancurkan seperti yang sebelumnya disampaikan Trump, ancaman terhadap kapal tanker Iran itu tampak seperti pengakuan bahwa Washington masih menghadapi sesuatu yang belum benar-benar hilang.
Sejumlah pengguna X kemudian menyoroti kontradiksi tersebut. Mereka mempertanyakan alasan Washington masih mengeluarkan ancaman baru terhadap Iran jika kekuatan militernya, menurut narasi pemerintah Amerika Serikat sendiri, telah dilumpuhkan.
Pertanyaannya pun sederhana, meski tampaknya sulit dijawab oleh Washington. Jika Iran benar-benar sudah kehilangan kemampuan militernya, siapa yang sekarang dianggap mampu menembaki kapal-kapal Amerika Serikat?
Bagi sejumlah pengguna, pernyataan Hegseth justru terdengar seperti koreksi tidak langsung terhadap pernyataan Trump. Tidak ada pernyataan resmi yang ditarik, tentu saja. Hanya saja, ancaman baru itu membuat klaim lama tentang hancurnya kekuatan militer Iran terdengar semakin sulit dipertahankan.
Kritik tidak berhenti pada kontradiksi tersebut. Sejumlah pengguna juga menyoroti ancaman terhadap kapal tanker dan sasaran sipil. Mereka mempertanyakan apakah serangan terhadap kapal tanker dapat ditempatkan dalam kerangka operasi militer profesional.
Baca juga: Jet Tempur Saudi Bombardir Pasukan Pro-Riyadh di Taiz, Puluhan Tewas dan Terluka
Hegseth pun menjadi sasaran kritik atas keputusan dan cara Washington menjalankan perang. Sebagian pengguna menilai ancaman terhadap kapal tanker lebih mencerminkan kesulitan Amerika Serikat menemukan jalan keluar dari konflik daripada menunjukkan bahwa perang telah berada di bawah kendali.
Reaksi yang muncul di X juga memperlihatkan satu hal. Di luar narasi resmi Washington, masih banyak pihak yang memandang Iran memiliki kemampuan militer yang tidak dapat begitu saja dianggap lenyap. Karena itu, ancaman Hegseth terhadap kapal tanker dibaca sebagian pengguna bukan sebagai tanda kemenangan, melainkan sebagai upaya mempertontonkan kekuatan ketika akhir perang masih belum terlihat.
Berikut sejumlah tanggapan pengguna X setelah unggahan Hegseth tersebut.
“Anda mengancam akan menenggelamkan kapal tanker, lalu mengatakan Iran tidak memiliki angkatan laut atau angkatan udara. Jadi, siapa yang menembaki Angkatan Laut Amerika Serikat? Dan mengapa hanya Anda yang berhak menyerang? Menenggelamkan kapal tanker sipil adalah kejahatan perang.”
“Satu-satunya yang harus Anda lakukan adalah menyingkir dari tanah yang memang menjadi hak mereka.”
“Duduklah di tempatmu, pemabuk. Sendirian, kamu telah menghancurkan militer Amerika Serikat.”
“Anda hanya perlu tidak menembaki sebuah sekolah yang berisi 200 anak, bodoh.”
“Mungkin jika Anda mengakhiri perang bodoh ini, mereka tidak akan menembaki Anda lagi. Sebelum semua ini terjadi, keadaan jauh lebih baik. Kita semua tahu orang bodoh berambut oranye itu bersedia melakukan apa pun hanya untuk kembali ke titik awal, ke keadaan kawasan pada Januari. Semua ini benar-benar konyol.”
“Pete, apakah kamu berkhayal? Jika kalian benar-benar telah menghancurkan kemampuan militer Iran, bagaimana mereka masih bisa menembaki kapal-kapal Amerika Serikat?”
“Seberapa bodohnya kamu? Kamu secara terbuka membanggakan diri karena telah menyebabkan bencana lingkungan dan menargetkan warga sipil.”
“Setidaknya pernyataan ini menunjukkan bahwa mereka masih memiliki pertahanan udara, sementara kita terus kehilangan lebih banyak persediaan persenjataan tanpa seorang pun prajurit kita memasuki wilayah Iran. Tampaknya kamu benar-benar tidak tahu bagaimana mengakhiri perang, bukan?”
“Jika Iran memang sudah selesai, mengapa Anda tidak memasuki Selat Hormuz? Silakan masuk dan mari kita lihat apakah Anda memiliki keberanian untuk melakukannya!”
“Saya ingin tahu siapa yang memiliki lebih banyak kapal tanker untuk kehilangan, Iran atau seluruh negara Arab di Teluk Persia?” []
Baca juga: IRGC Serang Kapal Induk dan Kapal Perusak AS







